103 JF FIK UINAM Vol.6 No.2 2018 GAMBARAN HEALTH RELATED QUALITY OF LIFE (HRQoL) PENDERITA OSTEOARTRITIS BERDASARKAN PENYAKIT PENYERTA Asrul Ismail Jurusan Farmasi FKIK, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Email : asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id ABSTRAK Osteoratritis telah menjadi penyakit yang mempengaruhi sendi dan ruang gerak. Perubahan struktur rawan sendi dan jaringan di sekitarnya akibat menipisnya kartilago secara progresif secara langsung berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Kualitas hidup didefenisikan sebagai konsep yang mencakup karakteristik fisik dan psikologis secara luas yang menggambarkan kemampuan individu berperan dalam lingkungannya dan memperoleh kepuasan dari yang dilakukannya. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita osteoarthritis, diantaranya adalah jumlah penyakit penyerta lain yang diderita bersama osteoarthritis. Jumlah penyakit penyerta dapat beragam, baik yang bersifat kronis maupun yang akut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kualitas hidup penderita penderita osteoartritis berdasarkan penyakit penyerta di instalasi rawat jalan RSUP DR. Sardjito Yogyakarta periode Februari Mei 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara cross sectional dengan sampel berjumlah 70 orang penderita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi kualitas hidup pada kelompok penyakit penyerta adalah 0,843 ( p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata skor kualitas hidup yang bermakna antara kelompok penyakit penyerta. Kata Kunci :Osteoartritis, Penyakit Penyerta, HRQoL PENDAHULUAN Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif yang menyerang sendi, terutama terjadi pada orang tua lanjut usia (lansia), yang mempunyai ciri ciri erosi pada kartilago artikuler, pembentukan osteofit, sklerosis subkondral, dan berbagai perubahan biokimia dan morfologi dari membrane sinofial dan kapsula sendi (Kelley, 2008). Kelainan utama pada osteoartritis adalah kerusakan rawan sendi yang dapat diikuti dengan penebalan tulang subkondral, pertumbuhan osteofit, kerusakan ligamen dan peradangan ringan pada sinovium, sehingga sendi yang bersangkutan membentuk efusi (Setiyohadi, 2003). Pada umumnya, gambaran klinis osteoartritis berupa nyeri sendi, terutama bila sendi bergerak atau menanggung beban, yang akan berkurang bila penderita beristirahat. Nyeri dapat timbul akibat beberapa hal, termasuk dari periostenum yang tidak terlindungi lagi, mikrofaktur subkondral, iritasi ujung-ujung saraf di dalam sinovium oleh osteofit, spasme otot periartikular, penurunan aliran darah di dalam tulang dan peningkatan tekanan intraoseus dan sinovitis yang diikuti pelepasan prostaglandin, leukotrien dan berbagai sitokin (Price and Wilson, 1995).