FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Dinamika Rekayasa Vol. 1 No. 1 Hlm : 1 - 34 ISSN 1858-3075 Purwokerto Agustus 2005 OPTIMASI BEBAN AS TRUK UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA TRANSPORTASI DAN KERUSAKAN KONSTRUKSI JALAN (Studi Kasus Ruas Jalan Solo-Kartosura-Boyolali Provinsi Jawa Tengah) Optimation Axle Load of Trucks to Minimize Transportation Cost and Damage Construction Road (Case Study in Solo-Kartosuro-Boyolali Sreets, Central Java, Province) Gito Sugiyanto e-mail : gito_98@yahoo.com Program Sarjana Teknik UNSOED, Purwokerto ABSTRACT This research is aimed at defining the optimum axle load of trucks, in a way to produce both minimum transportation cost and damage construction road. Apart from formulating ways to minimize government expenditures in handling road maintenance, this research has investigated a new paradigm as an alternative of road maintenance considering the principles of cost recovery. This means that overloading trucks will have to bear Road User Tax-a tax reflecting their destructive impacts on roads. The result indicate that: Medium good vehicles have an optimum load of 7,500 ton and minimum transport cost of Rp 19.275,54 per vehicle-trip, Heavy good vehicle (HGV) trucks 2 axles 13 ton have an optimum load of 12,667 ton and minimum transport cost of Rp 37.735,21 per vehicle-trip, HGV trucks 3 axles 20 ton have an optimum load of 21,00 ton and minimum transport cost of Rp 52.730,36 per vehicle-trip and HGV trucks 4 axles have an optimum load of 26,50 ton and minimum transport cost of Rp 45.014,25 per vehicle-trip. The average of Road User Tax in effort of the pure cost recovery for: Medium good vehicles have Rp 20,89 per vehicle-trip, HGV trucks 2 axles 13 ton have Rp 195,68 per vehicle-trip, HGV trucks 2 axles 13 ton have Rp 142,96 per vehicle-trip, and HGV trucks 2 axles 13 ton have Rp 489,66 per vehicle- trip. A trip in this case is 25,30 km. Keywords : overload, transport cost, axle load of trucks. PENDAHULUAN Akhir-akhir ini terjadi penurunan umur konstruksi jalan maupun jembatan yang disebabkan terjadinya muatan berlebih (overloading), prediksi jumlah lalu lintas pada akhir umur rencana yang tercapai lebih awal (sebelum n tahun), dan perawatan yang kurang memadai. Hal itu akan berakibat pada kerusakan lebih cepat pada konstruksi jalan dan umurnya menjadi lebih pendek dari yang direncanakan (Anonim, 1999). Permasalahan ini muncul seiring dengan perkembangan dunia industri di Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta yang telah menyebabkan pertumbuhan arus lalu lintas yang sangat pesat terutama lalu lintas angkutan barang di ruas-ruas jalan Provinsi Jawa Tengah. Diduga bahwa pertumbuhan lalu lintas angkutan barang khususnya truk-truk pengangkut bahan mentah/barang jadi telah menimbulkan permasalahan terjadinya overloading dari muatan sumbu terberat yang diizinkan (Sugiyanto, 2002). Hasil survei yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum menunjukkan terjadinya muatan berlebih pada sebagian ruas-ruas jalan di Pulau Sumatra dan Jawa yang berakibat menurunnya umur rencana jalan atau kerusakan jalan. Akibat muatan berlebih ini negara diperkirakan dirugikan sebesar Rp 1,22 triliun pada tahun anggaran 1998 (Waluyo, 1999). Gubernur Jawa Tengah didesak merevisi total Perda No. 4 tahun 2001 tentang Tertib Pemanfaatan Jalan dan Pengendalian Kelebihan Muatan yang