JURNAL KESEHATAN ILMIAH INDONESIA INDONESIAN HEALTH SCIENTIFIC JOURNAL 45 Vol.5 No.1 Juni 2020 Hubungan Indeks Masa Tubuh dengan Gangguan Menstruasi pada Wanita Usia Subur di Desa Labuhan Rasoki. Yulinda Aswan, Delfi Ramadhini Universitas Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan yulindaa0@gmail.com, 081364599259 ABSTRAK Gangguan menstruasi merupakan suatu gejala fisik atau emosional yang terjadi sebelum dan selama masa menstruasi yang begitu sangat mengganggu, yang termasuk didalamnya adalah gangguan perdarahan, banyaknya darah, dan lamanya haid, dimana gangguan ini sangat mengganggu kehidupan wanita sehari-hari. Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya gangguan haid salah satunya adalah Indeks masa tubuh. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan indeks masa tubuh dengan gangguan menstruasi pada wanita usia subur di Desa Labuhan Rasoki Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Tahun 2019. Penelitian merupakan penelitian deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur (17-45 tahun) berjumlah 108 dilakukan dengan menggunakan Kuesioner dan Wawancara. Analisis menggunakan uji Chi Square untuk analisa bivariat. Hasil uji chi-square pada variable diperoleh IMT kurang nilai p=0,682 dan IMT lebih nilai p=0,174, hal inii menunjukkan tidak ada hubungan IMT dengan hipermenorea. Tidak ada hubungan antara IMT dengan oligimenorhea dengan nilai IMT kurang p=1,000 dan IMT lebih p=0,315. Tidak ada hubungan antara IMT dengan dismenorhea dengan nilai p value IMT kurang p=0,758 dan IMT lebih p=0,183. Tidak ada hubungan antara IMT dengan PMS, dengan p value IMT kurang p=0,217 dan IMT lebih p=0,514. Sehingga dapat disimulkan tidak dapat dibuktikan ada hubungan antara indeks masa tubuh dengan gangguan menstruasi pada wanita usia subur. Kata kunci : Indeks Masa Tubuh, Gangguan Menstruasi, Wanita Usia Subur ABSTRACT Menstrual disorders are physical or emotional symptoms that occur before and during menstruation which are very disturbing, which include bleeding disorders, blood counts, and duration of menstruation, which are very disturbing to women's daily lives. There are several factors that trigger menstrual disorders, one of which is the body mass index. This study was conducted to determine the relationship of body mass index with menstrual disorders in women of childbearing age in Labuhan Rasoki Village, Padangsidimpuan Tenggara District in 2019. The study was an analytic descriptive study with a cross sectional approach. The study population was all women of childbearing age (17- 45 years) totaling 108 conducted using questionnaires and interviews. Analysis using the Chi Square test for bivariate analysis. Chi-square test results on the variable obtained BMI less p = 0.682 and BMI more p = 0.174, this shows there is no relationship of BMI with hypermenorrhea. There is no relationship between BMI and oligimenorhea with a BMI value less than p = 1,000 and a BMI over p = 0.315. There was no relationship between BMI and dysmenorrhea with a p value of BMI less p = 0.758 and BMI more p = 0.183. There is no relationship between BMI and PMS, with p value BMI less p = 0.217 and BMI more p = 0.514. So it can be concluded that there is no evidence of a relationship between body mass index and menstrual disorders in women of childbearing age. Keywords: Body Mass Index, Menstrual Disorders, Fertile Age Women