POLITEKNOLOGI VOL. 20 NO. 1 JANUARI 2021 45 Submitted : 17 Agustus 2020 Revised : 25 November 2020 Published : 16 Maret 2021 PERFORMA SAMBUNGAN BALOK PRECAST SEDERHANA DENGAN SISTIM DOUBLE LAPSPLICES MIDDLE WET JOINT DI MOMEN MAKSIMUM A.Rudi Hermawan 1 dan Eka SM 2 1,2 Politeknik Negeri Jakarta Jurusan Teknik Sipil,Jalan Prof.Dr GA Siwabessy Kampus Baru UI Depok 16425 e-mail : arudihermawan@gmail.com Abstract This research about connection of precast simple beam with double lapsplices middle wet joint system was finished with comparing of flexure strength between precast beam with connection at meddle span (middle wet joint) and conventional beam. Metode of testing was applicated only one point loading at the middle of beam.Performance of flexure strength of precast beam with connection at meddle span (middle wet joint) is better than conventional beam, can be proved to curve of deflection load between conventional beam (1 and 2) with precast beam with connection at middle span (middle wet joint 1 and 2). Base on that curve, can be known that precast beam with connection at meddle span (middle wet joint 1) have deflection10 mm at 151,8 KN and precast beam with connection at meddle span (middle wet joint 2) have deflection16 mm at 169,2 KN and conventional beam 1 have deflection 47 mm at 145,5 KN and conventional beam 2 have deflection 40 mm at 144,7 KN. Conclusion this research is precast beam has perform better than convensional beam. Keywords : Precast, deflection, connection Abstrak Pada penelitian sambungan balok pracetak sederhana dengan sistm double lapsplices middle wet joint pada balok pracetak ini telah dihasilkan suatu perbandingan kekuatan lentur antara balok pracetak dengan sambungan di tengah bentang (middle wet joint) dengan balok konvensional. Metoda pengujian yang diterapkan adalah pembebanan satu titik pada balok di tengah bentang.Dari hasil yang ada terlihat bahwa performa balok pracetak yang disambung di tengah bentang dengan sistim middle wet joint dibandingkan dengan balok konvensional adalah lebih baik, hal itu dibuktikan pada kurva hubungan lendutan-beban antara benda uji konvensional 1 dan benda uji konvensional 2 dengan benda uji pracetak 1 dan benda uji precast 2. Dari kurva yang ada diketahui bahwa benda uji balok pracetak 1 mempunyai lendutan 10 mm pada beban 151,8 KN dan benda uji precast 2 mempunyai lendutan 16 mm pada beban 169,2 KN sedangkan pada benda uji konvensional 1 mempunyai lendutan 47 mm pada beban 145,5 KN dan benda uji 2 mempunyai lendutan 40 mm pada beban 144,7.KN. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa balok precast mempunyai performa yang lebih baik dibandingkan balok konvensional. Kata kunci :Pracetak, lendutan, sambungan Pendahuluan Seiring dengan pesatnya perkembangan dalam dunia kontruksi bangunan, sangatlah perlu kiranya diadakan suatu bentuk inovasi di bidang kontruksi tersebut. Penelitian terdahulu telah banyak memberikan kemudahan- kemudahan dalam pelaksanaan kontruksi bangunan, bahkan sampai dapat meminimalkan biaya kontruksi. Penelitian dan penemuan dalam bidang pelakasanaan dan bidang struktur banyak dijumpai di Jurnal ACI (American Concrete Institute ) ataupun Jurnal PCI (Precast/ prestressed Concrete Institute ). Salah satu bagian yang terpenting dalam struktur bangunan precast adalah kemudahan dalam pelaksanaan kontruksi bangunan (erection) dengan menggunakan sambungan (joint) pada elemen balok