Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian | Urgensi dan Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian | Bengkulu 7 Juli 2011 ISBN 978-602-19247-0-9 24 Pola Pemupukan dan Pemulsaan pada Budidaya Sawi Etnik Toraja di Pulau Tarakan Nur Indah Mansyur Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan ABSTRAK Tanah adalah tempat tanaman tumbuh dan berkembang. Bila tanah tidak sesuai dengan tanaman maka pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Jenis tanah dan struktur fisik tanah adalah hal penting yang sering menjadi dasar pertumbuhan dalam usaha budidaya sayuran atau hortikultura, hal ini disebabkan karena tanaman sayuran memiliki tipe perakaran sempit dan dangkal. Tanaman sawi menginginkan keadaan tanah gembur yang kaya dengan bahan organik, pH tanah sekitar 6-7 serta drainase tanah baik. Suhu yang diinginkan sekitar 18 0 C – 30 0 C, ketinggian tempat 5 – 1200 m dpl dan curah hujan1500 – 2000 mm/th dengan kelembaban sekitar 80 – 90 % (Nazarudddin, 1993). Beberapa upaya untuk menciptakan kondisi tanah yang ideal bagi tanaman perlu dilakukan seperti pengolahan tanah, pemulsaan, pemberian pupuk baik pupuk organik maupun pupuk anorganik, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode survey dan wawancara yang dilakukan pada petani sawi etnik Toraja yang ada di tiga (3) kecamatan (Tarakan Timur, Tarakan, Barat dan Tarakan Utara) di Kota Tarakan. Selain itu juga dilakukan pengambilan sampel pada lahan petani sawi untuk dianalisa sifat fisik dan kimia tanahnya di laboratorium. Data yang diperoleh kemudian didiskripsikan dan diuraikan berdasarkan keadaan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sistem pengolahan dan penggunaan pupuk yang dilakukan. Petani sawi di kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Barat melakukan pengolahan tanah, menggunakan mulsa organik dan pupuk organik. Sedangkan petani sawi di kecamatan Tarakan Utara melakukan pengolahan tanah, tidak lagi menggunakan mulsa organik dan pupuk organik, tapi menggunakan pupuk anorganik. Kata kunci : Pemupukan, Pemulsaan, Sawi, Etnik Toraja PENDAHULUAN Tanaman hortikultura merupakan salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani etnik Toraja di pulau Tarakan yang mendominasi sektor pertanian. Petani etnik Toraja memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengelola dan memanfaatkan lahan untuk menghasilkan produk pertanian tanaman hortikultura dalam rangka mencukupi kebutuhan dan permintaan masyarakat Tarakan. Dominasi dan tingkat keberhasilan petani etnik Toraja dalam mensuplai produk hortikultura dilakukan dengan cara dan metode bercocok