Jurnal Ilmu Keperawatan Medial Bedah 1 (2), Desember 2018, 1-57 ISSN 2338-2058 (print), ISSN 2621-2986 (online) Lestari, D.T. & Anggarawati, T. / Efektifitas edukasi manajemen mandiri dalam...Hal 1 dari 57 EFEKTIFITAS EDUKASI MANAJEMEN MANDIRI DALAM PENGENDALIAN KADAR GLUKOSA DARAH DIABETESI TIPE 2 Diana Tri Lestari* Tuti Anggarawati** *) Akper Kesdam IV/Diponegoro, Jalan Hos Cokroaminoto no.4 Semarang, 08156537538, diana.trilestari@yahoo.com **) Akper Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Jalan Hos Cokroaminoto No.4 Semarang, 081390853033, tutianggarawatizumaro@yahoo.com Corresponding Author: Diana Tri Lestari Abstrak Diabetes mellitus merupakan masalah yang kompleks karena berdampak pada aspek fisik, psikologi, dan sosial diabetesi. Salah satu upaya untuk merubah perilaku diabetesi adalah memberikan informasi yang adekuat tentang manajemen mandiri seperti pengaturan diet, latihan fisik, manajemen terapi, pemantauan kadar glukosa darah mandiri serta manajemen stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi manajemen mandiri dalam mengendalikan kadar glukosa darah pada diabetesi tipe 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen kuasi dengan pendekatan pretest-posttest control group. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi manajemen mandiri DM berpengaruh terhadap pengendalian kadar glukosa darah pada diabetesi tipe 2 kelompok intervensi dengan nilai = 0,004, < 0,05. Sementara pada hasil pengukuran pre dan post test kadar glukosa darah pada diabetesi tipe 2 kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai =0.09, ∝>0,05. Rumah sakit dan layanan kesehatan primer disarankan untuk menerapkan edukasi manajemen mandiri supaya kualitas hidup diabetesi menjadi semakin lebih baik. Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi, Self-Management PENDAHULUAN International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa penduduk dunia saat ini yang mengalami Diabetes Mellitus (DM) sebanyak 387 juta orang. Angka tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 55% atau sebesar 592 juta orang mengalami DM pada tahun 2035. Prevalensi DM di Indonesia juga diperkirakan akan mengalami peningkatan dari 8,5 juta menjadi 14,1 juta ditahun 2035. Perkembangan DM di Asia Tenggara cukup cepat, 1 diantara 12 orang dewasa mengalami DM dan di Dunia setiap 7 detik orang meninggal akibat DM (IDF, 2014).