Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2015 STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 2015 ISSN : 2302-3805 2.5-25 PENGEMBANGAN MODUL CETAK DAN VISUALISASI ALGORITMA PEMROGRAMAN DASAR UNTUK SMK KELAS X Anni Faiqoh 1) , Nafisa Firmania 2) , Aji Prasetya Wibawa 3) 1), 2), 3) S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5, MALANG 65145 Email : anni.faiqoh@yahoo.com 1) , nfiizalhow@gmail.com 2) , aji.prasetya.ft@um.ac.id 3) Abstrak Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang secara intensif mempelajari Pemrograman Komputer merupakan subjek yang wajib menguasai hal-hal yang berkaitan dengan pemrograman komputer. Salah satu cara untuk mencapai penguasaan terhadap aspek tersebut adalah melalui mata pelajaran Algoritma Pemrograman Dasar (APD). Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMK terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran mata pelajaran tersebut, yaitu hingga saat ini pembelajaran APD masih dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan presentasi sehingga penyampaian materi dengan metode tersebut kurang interaktif dan komunikatif, belum adanya bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum 2013, dan sebagian besar peserta didik tidak dapat memvisualisasikan pemikirannya pada materi pembelajaran sehingga mengalami kesulitan dalam memahami materi APD. Beberapa hal tersebut berdampak pada hasil perolehan nilai ulangan harian peserta didik. Hampir 50% dari jumlah peserta didik belum mampu memenuhi nilai KKM. Tujuan dari pengembangan ini adalah mengembangkan bahan ajar berupa modul cetak yang dilengkapi dengan visualisasi APD berdasarkan kurikulum 2013 dan menguji kelayakannya. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian dan pengembangan visualisasi ini adalah model pengembangan Sadiman (2012). Kata Kunci: bahan ajar, modul cetak, visualisasi, algoritma pemrograman dasar. 1. Pendahuluan Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pembelajaran dilaksanakan berdasarkan Kurikulum 2013 (K 13). Pembelajaran tersebut merupakan kompetensi SMK dengan memperkuat proses pembelajaran dan penilaian untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Salah satu prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013 SMK menyebutkan bahwa pendidik sebagai satu-satunya sumber belajar mandiri menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar (Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses). Penguatan proses pembelajaran dilakukan melalui scientific approach (pendekatan saintifik), yaitu pembelajaran yang mendorong peserta didik lebih mampu dalam mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran (Gazali dan Atsnan, 2013). Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan SMK memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Standar isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi. Salah satu kompetensi keahlian di SMK adalah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). RPL adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, desain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan. Pada program keahlian RPL terdapat beberapa materi mata pelajaran produktif yang mana salah satunya adalah Algoritma Pemrograman Dasar(APD). APD merupakan materi pelajaran yang sangat penting pada program keahlian RPL. Dalam mata pelajaran ini peserta didik mempelajari basic dari pemrograman yang harus dikuasai sebagai penunjang matapelajaran pemrograman lanjut dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Hasil observasi pada proses pembelajaran yang berlangsung di SMK pada program keahlian RPL, mata pelajaran APD memiliki beberapa kendala dalam proses pembelajaran. Kendala-kendala tersebut yaitu belum adanya modul cetak sebagai pegangan pendidik maupun peserta didik yang sesuai dengan Kurikulum 2013, visualisasi materi yang digunakan sebagai pendukung dalam proses pembelajaran dan proses pembelajaran yang masih berpusat pada pendidik. Hal ini bertentangan dengan K 13 yang mengutamakan proses pembelajaran dari berbagai sumber belajar, yang mana salah satu diantaranya adalah modul yang dilengkapi dengan visualisasi. Visualisasi merupakan salah satu upaya untuk membuat teori menjadi lebih mudah dipahami karena menggunakan ilustrasi dan bersifat interaktif. Modul