MKS, Th. 47, No. 1, Januari 2015 35 Nilai Diagnostik Leprosy Rapid Test untuk Menegakkan Diagnosis Morbus Hansen Silvi Suhardi 1 , Athuf Thaha 1 , Rusawardiana 1 , R.M. Suryadi Tjekyan 2 1. Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran, Unsri/RSMH Palembang 2. Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unsri Abstrak Morbus Hansen (MH) masih merupakan masalah kesehatan serius. Gambaran klinis MH yang luas menyebabkan diagnosis MH sulit dibangun. Penegakan diagnosis MH secara akurat penting dalam memutuskan rantai transmisi dan keterlambatan pengobatan. Leprosy rapid test (LRT) merupakan sarana diagnostik yang cepat dan sederhana untuk mendiagnosis MH secara akurat. Tujuan penelitian ini untuk menentukan nilai diagnostik LRT dalam mendiagnosis MH dibandingkan dengan slit skin smear (SSS) pada pasien presumtif MH di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSUPMH) Palembang. Uji diagnostik dengan rancangan potong lintang dilakukan dari November 2014 hingga Februari 2015. Total 110 pasien presumtif MH yang berobat ke poliklinik Divisi Dermatologi Infeksi RSUPMH Palembang dan memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan dengan metoda consecutive. Seluruh partisipan dilakukan pemeriksaan LRT, SSS dan histopatologi. Sensitivitas, spesifisitas, akurasi dan area under curve of LRT secara signifikan lebih tinggi daripada SSS (98,1% vs 85,71%; 80% vs 60%; 97% vs 85% dan 0,890 vs 0,72; secara berurutan). Leprosy rapid test memberikan nilai diagnostik lebih tinggi secara signifikan dibandingkan SSS di RSUPMH Palembang. Leprosy rapid test dapat digunakan sebagai pengganti SSS sebagai pemeriksaan penunjang MH. Kata kunci: Morbus Hansen, leprosy rapid test, slit skin smear, histopatologi, nilai diagnostik Abstract Morbus Hansen (MH) remains a big health problem. Clinical features of MH varies widely, makes difficult in diagnosing MH. The accurate diagnosis of MH is necessary in breaking the chain of transmission and delay treatment. Leprosy rapid test (LRT) is a simple rapid diagnostic tool to diagnose MH accurately. This aim of this study to determine the diagnostic values of LRT in diagnosing MH compare to slit skin smear (SSS) in presumtive MH patients at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital (RSUPMH) Palembang. Diagnostic test with cross sectional design was conducted from November 2014 to February 2015. A hundred and ten presumtive MH patients who fulfilled inclusion criterias in the Dermatology Infection Outpatient Clinic at RSUPMH Palembang were included by consecutive sampling. All participants were examined with LRT, SSS and histopathological. The sensitivity, specificity, accuracy and area under curve of LRT are significantly higher than SSS (98,1% vs 85,71%; 80% vs 60%; 97% vs 85% and 0,890 vs 0,72; respectively). Leprosy rapid test provides significantly higher diagnostic values than SSS in RSUPMH Palembang. It can be used instead of SSS as MH diagnostic tool. Keywords: Morbus Hansen, leprosy rapid test, slit skin smear, histopatologic, diagnostic value 1. Pendahuluan Morbus Hansen (MH) merupakan penyakit infeksi kronis disebabkan Mycobacterium leprae (M. leprae) yang mengenai saraf perifer dan kulit. 1,2 Penyakit ini masih merupakan masalah kesehatan yang serius di beberapa negara endemik karena dapat menyebabkan gangguan fisik permanen sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia. 3 Gambaran klinis MH yang cukup luas menyebabkan diagnosis MH sulit dibangun sehingga penting dilakukan pemeriksaan penunjang. 4 Pada beberapa tempat terutama dimana akses klinisi MH berpengalaman terbatas atau tidak ada, petugas kesehatan pelayanan primer seringkali tidak mampu mengidentifikasi gejala klinis MH sehingga pasien sering salah didiagnosis dan terapi. Keterlambatan diagnosis MH terutama tipe multibasiler (MB), menimbulkan transmisi M. leprae dari pasien ke kontak lingkungan sekitar terus berlangsung serta keterlambatan pengobatan menyebabkan terjadi kerusakan saraf yang ireversibel. 5,6 Slit skin smear (SSS) masih merupakan pemeriksaan penunjang MH