96 Semiadi et al.: Arctictis binturong on Borneo Predicted distribution of the binturong Arctictis binturong (Mammalia: Carnivora: Viverridae) on Borneo Gono Semiadi 1 * , Joanna Ross 2 * , Andrew J. Hearn, Matt Heydon, Hiromitsu Samejima, John Mathai, Dave Augeri, Gabriella Fredriksson, Norman T.-L. Lim, Rustam, Azlan Mohamed, Ramesh Boonratana, Jedediah F. Brodie, Anthony Giordano, Yoshihiro Nakashima, Tim van Berkel, Jason Hon, Brent Loken, Andrew J. Marshall, David W. Macdonald, Jerrold L. Belant, Stephanie Kramer-Schadt and Andreas Wilting Wilting et al. (2016: Table 2) list all co-authors’ affliations. Abstract. The binturong Arctictis binturong is a medium-sized carnivore in the civet family Viverridae with a wide geographic distribution in South-east Asia and adjacent parts of South Asia and China. Habitat loss and hunting have led to its classifcation as Vulnerable by The IUCN Red List of Threatened Species. The binturong is thought to be forest dependent, although it has been recorded in logged forest and its exact habitat requirements remain unclear. We analysed 47 (Balanced Model) or 83 (Spatial Filtering Model) location records, respectively, to predict habitat suitability across Borneo. The results of the model predict a large area of Borneo to be suitable habitat although the extreme lowlands and much of southern Borneo (South Kalimantan) are predicted to be less suitable or non-sampled, respectively. There is high overlap between protected areas and areas of predicted high suitability. The interior of Borneo, in particular North Kalimantan, is predicted to be highly suitable. A greater survey effort for the binturong in the hitherto less studied Brunei Darussalam and South Kalimantan is warranted. Key words. Binturong, Arctictis binturong, forest management, habitat suitability, MaxEnt modelling Abstrak (Bahasa Indonesia). Binturong Arctictis binturong merupakan karnivora berukuran sedang dari keluarga musang dengan persebaran geografsnya yang luas, meliputi Asia Tenggara dan sebagian Asia Selatan dan China. Hilangnya habitat serta perburuan menjadikan satwa ini dikategorikan Rentan dalam daftar IUCN Red List of Threatened Species. Binturong diperkirakan sebagai satwa yang tergantung pada lingkungan hutan, walau pernah tercatat berada pada wilayah hutan hasil tebangan, namun kebutuhan habitat sebenarnya belum jelas. Kami menganalisa 47 (Model Penyeimbang) atau 83 (Model Spasial Tersaring) catatan keberadaan binturong guna memperkirakan kesesuaian habitat di wilayah Borneo. Hasil dari pemodelan menunjukkan sebagian besar wilayah Borneo diperkirakan merupakan habitat yang sesuai, walau wilayah dataran rendah dan sebagain besar Borneo bagian selatan (Kalimantan Selatan) tampaknya kurang sesuai bahkan belum ada data. Banyak kawasan yang tumpang tindih diantara wilayah perlindungan dengan wilayah yang diperkirakan memiliki kesesuaian tinggi. Bagian pedalaman Borneo, khususnya Kalimantan Utara, diperkirakan merupakan wilayah yang sangat sesuai. Suatu survey yang lebih mendalam pada wilayah yang hingga kini kurang diperhatikan, Brunei Darussalam dan Kalimantan Selatan, diperlukan guna mengkaji status binturong di wilayah tersebut. Abstrak (Bahasa Malaysia). Binturong Artictis binturong adalah karnivora dari keluarga musang yang bersaiz sederhana. Ia mempunyai taburan geograf yang luas meliputi Asia Selatan dan Asia Tenggara. Kehilangan habitat dan pemburuan telah menyebabkan ia disenarai sebagai Terancam di dalam Senarai Merah Spesis Terancam IUCN (IUCN Red List of Threatened Species). Binturong dianggap sebagai spesis yang bergantung kepada hutan; walaupun ia pernah direkodkan di kawasan yang sudah dibalak tetapi keperluan habitatnya yang sebenar masih lagi kurang diketahui. Kami menganalisis 47 rekod lokasi (model seimbang) dan 83 rekod lokasi (model yang ditapis secara spasial) untuk meramal kesesuaian habitat binturong di seluruh Borneo. Keputusan pemodelan meramalkan sebahagian besar Borneo sebagai habitat yang sesuai, namun kawasan yang sangat rendah dan sebahagian selatan Borneo (Kalimantan Selatan) diramal sebagai kurang sesuai. Terdapat pertindihan yang tinggi antara kawasan perlindungan dan kawasan yang diramal mempunyai kesesuaian yang tinggi. Bahagian pedalaman Borneo diramal sangat sesuai, terutamanya di Kalimantan Utara. Penyelidikan yang lebih lanjut di kawasan yang kurang dibuat kajian seperti di Brunei Darussalam dan Kalimantan Selatan diperlukan untuk menilai status binturong di kawasan tersebut. RAFFLES BULLETIN OF ZOOLOGY Supplement No. 33: 96–102 Date of publication: 30 May 2016