Jurnal Proaksi p-ISSN : 2089-127X Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2021 e–ISSN : 2685 - 9750 32 Merchandise Exports dan Gross Domestic Product di Asia Niken Permata Sari 1 Utami Tunjung Sari 2 Yamsasni Tasya Nurteta 3 1 Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Mataram Email: niken.permatas@gmail.com 2 Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Mataram Email : ut.sari19@gmail.com 3 Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Mataram Email: yamsasnitasyaa@gmail.com Abstract Factors for increasing economic growth in both developed and developing industrial countries are human resources, natural resources, capital formation and technology, where growth also has an impact on trade. This study suggests the effect of merchandise exports on gross domestic product (GDP) in Asia. The population of this study is data on merchandise exports and gross domestic product (GDP) in Asia. The research sample was taken using random sampling, namely Central, Southeast Asia and West Asia. Purposive sampling is used as the next step, namely determining the year 2018, which is the time when the latest data is available and selecting countries for which data is available. The analysis used is simple regression analysis because there is one independent and dependent variable each, which is preceded by a normality test. Gross domestic product in Asia is significantly positively influenced by merchandise exports in this study. Keywords: merchandise exports, gross domestic product, Asia PENDAHULUAN Hubungan antara perdagangan dan pertumbuhan ekonomi telah menjadi bahasan para ekonom sejak lama, mulai dari gagasan Adam Smith tentang pembagian kerja, motif merkantilis untuk perdagangan, hingga model pertumbuhan neoklasik dan, yang lebih baru, model pertumbuhan endogen, para ekonom telah berusaha memberikan teori dan bukti yang menghubungkan kedua variabel tersebut satu sama lain (Michelis dan Zestos, 2004). Merumuskan model empiris untuk menangkap pengaruh perdagangan terhadap pertumbuhan PDB bukanlah tugas yang mudah, karena perdagangan merupakan variabel endogen (Michelis dan Zestos, 2004). Negara-negara dengan pendapatan tinggi cenderung lebih banyak melaksanakan perdagangan, meskipun pendapatan mungkin tinggi karena alasan selain perdagangan; Ghazouani dkk (2020) menyampaikan hubungan antara perdagangan dan pertumbuhan ekonomi khususnya di negara-negara Asia Pasifik. Perkembangan literatur selanjutnya menunjukkan bahwa hal ini dikenal sebagai relasi antar rezim perdagangan/orientasi luar dan pertumbuhan (Edwards, 1993). Dalam analisis empiris, kebijakan orientasi ke luar umumnya diukur dengan ekspor (Greenaway & Morgan, 1998). Kausalitas Granger dianggap mengeksplorasi hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan dinamika vegetasi, serta mempertimbangkan kausalitas antara ekosistem dan sistem ekonomi sangat penting saat membuat kebijakan keberlanjutan (He dkk, 2020). Faktor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik di negara industri maju maupun berkembang adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, pembentukan modal, dan teknologi (Samuelson, 1998). Pertumbuhan juga berdampak pada perdagangan (Rodriguez & Rodrik, 2000).