BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT P-ISSN : 2548-8651 | E-ISSN : 2548-866X Email : ejournal@umpri.ac.id 1 | https://ejournal.umpri.ac.id/index.php/bagimunegeri MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN MENYENANGKAN DI RUMAH PADA ERA PANDEMI COVID-19 Nihayati 1 , Rahmatika Kayyis 2 , Binti Anisaul Khasanah 3 1,2,3 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Pringsewu Email Korespondensi: kayyis@umpri.ac.id 1 Abstrak: Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan di Rumah pada Era Pandemi Covid-19, Kebijakan pemerintah untuk dilakukannya pembelajaran daring membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan tak terkecuali yang terjadi di Kabupaten Pringsewu. Pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat membuat orang tua lebih mudah dalam memonitoring atau mengawasi terhadap perkembangan belajar anak secara langsung. Orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengawasi belajar anak dirumah. Namun hal tersebut tidak terjadi sesuai yang diharapkan. Banyak orang tua yang justru mengeluh dalam mendampingi anak belajar. Mereka menganggap anak lebih sukar diatur karena lebih asyik dengan gawainya masing-masing tanpa terkontrol. Mereka juga belum memahami bagaimana menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak di rumah. Oleh karena itu, pengusul akan melaksanakan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra sasaran yaitu orang tua/wali murid di kecamatan Ambarawa khususnya orang tua/wali siswa SD Muhammadiyah Ambarawa. Program PKM tersebut berupa kegiatan penyuluhan tentang parenting anak di masa pandemi, pemanfaatan gawai untuk sarana belajar di rumah, serta workshop membuat metode belajar yang menyenangkan bagi anak sesuai usia perkembangannya.Pelaksanann kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan ,dan evaluasi. Kegiatan pada tahap persiapan yaitu penyusunan modul penyuluhan dan koordinasi dengan mitra. Kata Kunci : Pembelajaran Menyenangkan, di Rumah, Pandemi Covid-19 Pendahuluan Pringsewu merupakan salah satu kabupaten di Lampung yang menyandang julukan sebagai kabupaten termuda disahkan pada tanggal 29 Oktober 2008. Kabupaten Pringsewu memiliki 9 Kecamatan yaitu:Kecamatan Pardasuka, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Pagelaran Utara, Kecamatan Pringsewu, Kecamatan Gading Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Banyumas, dan Kecamatan Adiluwih. Kondisi tipografi Kabupaten Pringsewu sendiri terletak sangat strategis dijalur lintas barat yang merupakan jalur menuju sejumlah provinsi di pantai barat Sumatera. Hal ini menjadikan Kabupaten Pringsewu menjadi lokasi potensial dalam hal pengembangan sektor perdagangan dan jasa, baik usaha perdagangan kecil, menengah maupun usaha perdagangan besar. Kemajuan sektor ini juga menjadikan Pringsewu maju dalam hal pendidikannya. Hal ini tidak diragukan lagi sebab di kabupaten Pringsewu memiliki sebanyak 275 SD/Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan 39 Swasta, 22 SMP Negeri, 32 SMP Swasta, 12 SMA/SMK Negeri, 27 SMA/SMK Swasta dan 6 Perguruan Tinggi Swasta seperti Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Dian Cipta Cendikia (DCC) Pringsewu, Akademi Teknologi Pringsewu,, Univeristas Aisyah Pringsewu, AKBID Alifa Pringsewu, dan STMIK Pringsewu. Pringsewu menjadi rujukan bagi calon pelajar dari berbagai daerah. Sejak dahulu Pringsewu telah dikenal sebagai Kota Pendidikan di Provinsi Lampung. Sebutan itu muncul bukan tanpa alasan, karena sejak zaman dahulu Pringsewu telah memiliki jenjang pendidikan yang lengkap mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan Bupati Pringsewu Sujadi saat menerima kunjungan reses anggota DPRD Provinsi Lampung di Bumi Jejama Secancanan, Selasa (28/8/2012) dikutip pada laman pringsewukab.go.id. Dalam hal prestasi kabupaten Pringsewu juga telah menjuarai berbagai bidang. Tentunya prestasi ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi, virus Corona 19 atau yang lebih dikenal dengan COVID-19 mengakibatkan sebuah musibah besar yang melanda seluruh penjuru negara di dunia. Virus ini telah merenggut banyak nyawa dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Menurut (Kim et al., 2020) SARS-CoV-1, penyebab wabah