Visualisasi Business Model Canvas pada Sour Sally Salsa Ayu Rekardini Program Studi Kewirausahaan Universitas Bina Nusantara salsa.rekardini@binus.ac.id Pengantar Sour Sally adalah suatu waralaba yogurt beku pertama dan terbesar di Indonesia. Mereka berhasil menciptakan pasar frozen yogurt dibawah naungan Sour Sally Group (PT. Berjaya Sally Ceria). Sour Sally telah memiliki lebih dari 40 outlet di kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan masih banyak lagi. Mereka juga pernah beroperasi di Singapura. Pada tahun 2012, Sour Sally melakukan pengembangan bisnis dengan meluncurkan waralaba Sour Sally Mini. Sour Sally Mini hadir dengan konsep non- premium dengan traffic tinggi dan produk dengan harga terjangkau untuk segmen menengah, berbeda dengan Sour Sally yang hadir di lokasi-lokasi premium dengan konsep boutique outlet. Sour Sally ini merupakan makanan yang kaya akan nutrisi dan gizi yang baik untuk tubuh meskipun dikonsumsi semua orang dalam jangka panjang. Mereka memiliki varian menu unik yaitu Black Sakura, White Gold dan White Skim yang dapat dipadukan dengan puluhan toping seperti buah, toping crunchies, dan saus. Untuk membuat Sour Sally semakin berkembang, mengikuti pasar dan memperluas pasarnya, mereka melakukan beberapa perubahan seperti rebranding, perubahan tagline, cara penyajian, dan lain-lain. Dengan terus adanya perkembangan mereka memiliki kekuatan yang besar sehingga sampai saat ini Sour Sally merupakan brand yogurt beku yang terus dicari dan disukai oleh masyarakat Indonesia.