ALOTROP, Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia, 5(2): 106 - 114 (2021) p-ISSN 2252-8075 e-ISSN 2615-2819 106 PENGEMBANGAN BUKU SAKU KIMIA BERBASIS MIND MAPPING MATERI HIDROLISIS GARAM KELAS XI MIPA SMAN 1 BENGKULU TENGAH Riza Gustina*1, Amrul Bahar2, Hermansyah Amir3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP Universitas Bengkulu *E-mail : rizagustina05@gmail.com ABSTRACT This study aims to know the feasibility level, students response and students understanding level toword mind mapping based chemistry pocket book of salt hydrolysis material class XI MIPA SMAN 1 Bengkulu Tengah middle school year 2018/2019. This study is a depvelopment research, the development style that osed in this study is 4D with 3D stages limitation (define, design, and development). The data of this study were collected from interview result, questionnaire that was validated by expert of media and material, students response in small and large scale trials, and students understanding test. This research was conducted on January 1 to February 27, the result of this study shows that the developing mind mapping based chemistry pocket book is categorized as a very feasible. Based on expert validation, this developing mind mapping based chemistry pocket book gets 93.6% for material avarage score, and 88.3% for media avarage score. The product trial in small scale from 9 students, obtains an avarage percentage of 92.8% in the criteria of very interesting. The product trial in large scale from 30 students obtains an avarage percentage of 90.7% in the criteria of very interesting. In the students understanding test toward this chemistry pocket book, the percentage that obtained is 80% in the criteria of good. The result of this study shows that the mind mapping based chemistry pocket book that was developed is feasible for being used as a chemistry learning sources in salt hydrolysis learning material. Keywords: Development Research, Pocket Book, Mind Mapping, Salt Hydrolysis ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan, respon siswa dan tingkat pemahaman siswa terhadap buku saku kimia berbasis mind mapping materi hidrolisis garam kelas XI MIPA SMAN 1 Bengkulu Tengah tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, model pengembangan yang digunakan yaitu 4D dengan batasan tahapan 3D (define, design, dan development). Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, angket validasi ahli materi dan media, respon siswa pada uji coba skala kecil dan skala besar, serta tes uji pemahaman siswa. Penelitin ini dilakukan pada tanggal 1 Januari-27 Februari 2019, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan buku saku kimia berbasis mind mapping yang dikembangkan memiliki kriteria sangat layak, menurut ahli materi dengan nilai rata-rata 93,6% dan pada ahli media diperoleh dengan nilai rata-rata 88,3%. Uji coba produk dilihat dari respon siswa pada uji coba skala kecil pada 9 orang siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 92,8% dengan kriteria sangat menarik dan uji coba skala besar pada 30 orang siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 90,7% dengan kriteria sangat menarik. Pada tes uji pemahaman siswa terhadap buku saku kimia yang dibuat diperoleh persentase sebesar 80% dengan kriteria baik. Hasil penelitian menunjukkan buku saku kimia berbasis mind mapping yang telah dikembangkan layak untuk digunakan sebagai sumber belajar kimia pada materi hidrolisis garam. Kata Kunci: Penelitian Pengembangan, Buku Saku, Mind mapping, Hidrolisis Garam PENDAHULUAN Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang mempelajari kajian tentang struktur, komposisi, sifat dan perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan tersebut [1]. Pelajaran kimia seharusnya menjadi pelajaran yang sangat menyenangkan untuk dipelajari terkait dengan perkembangan sikap dan kesadaran terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi beserta dampaknya, tetapi pada kenyataannya dalam pelajaran di sekolah mata pelajaran kimia menjadi salah satu pelajaran yang dianggap sulit. Mata pelajaran kimia dianggap sulit karena pelajaran kimia banyak yang bersifat abstrak, banyaknya materi yang harus dipahami dan dikuasai membuat peserta didik cepat bosan dan tidak tertarik mengikuti pembelajaran kimia [2]. Berdasarkan hasil observasi awal di SMAN 1 Bengkulu Tengah, didapatkan hasil bahwa secara umum mata pelajaran kimia kurang diminati oleh siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai ulangan harian sekolah dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada mata pelajaran kimia yaitu