Jurnal Manajemen Teori dan Terapan Tahun 11. No. 2, Agustus 2018 147 DEBT POLICY, INSTITUTIONAL OWNERSHIP, VALUE OF THE FIRM, AND ASSETS UTILIZATION OF MANUFACTURING COMPANIES IN INDONESIA D. Lili Lestari & Mudjilah Rahayu Faculty of Economic and Business, Universitas Katolik Widya Mandala E-mail: dlili2146@gmail.com & mudjilah.rahayu@gmail.com ABSTRACT Separation of functions between owners and management creates agency conflicts where the manager's decision is not necessarily in line with the owner. The manager no longer prioritizes the interests of the owner over his personal interests. Management as an insider effectively controls the company and knows more information than the owner as an outsider. In Asian countries, there is a tendency for majority ownership to take control in management. So that the agency conflict that occurs is no longer pure between managers and capital owners, but between majority and minority shareholders. This management system allows for expropriation by majority shareholders against minorities. The control mechanism is needed to suppress agency conflicts that exist within the company so that shareholders remain prioritized over the manager's personal interests.This study uses a sample of 123 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2016. The results of the study show that debt has a significant negative effect on the utilization of assets and company value. While institutional ownership has a significant positive effect on asset utilization and company value. Keywords: agency conflict, debt, institutional ownership, asset utilization, Tobin’s Q ABSTRAK Pemisahan fungsi antara pemilik dan manajemen menciptakan konflik agensi di mana keputusan manajer tidak harus sejalan dengan pemiliknya. Manajer tidak lagi memprioritaskan kepentingan pemilik atas kepentingan pribadinya. Manajemen sebagai orang dalam secara efektif mengendalikan perusahaan dan mengetahui lebih banyak informasi dari pada pemilik sebagai orang luar. Di negara-negara Asia, ada kecenderungan kepemilikan mayoritas mengambil kendali dalam manajemen. Sehingga konflik agensi yang terjadi tidak lagi murni antara pengelola dan pemilik modal, tetapi antara pemegang saham mayoritas dan minoritas. Sistem manajemen ini memungkinkan pengambilalihan oleh pemegang saham mayoritas terhadap minoritas. Mekanisme kontrol diperlukan untuk menekan konflik keagenan yang ada di dalam perusahaan sehingga pemegang saham tetap diprioritaskan atas kepentingan pribadi manajer. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 123 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2013- 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa utang memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap pemanfaatan aset dan nilai perusahaan. Sedangkan kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pemanfaatan aset dan nilai perusahaan. Kata kunci: konflik agensi, utang, kepemilikan institusional, pemanfaatan aset, Tobin’s Q