Prosiding Semirata 2015 bidang MIPA BKS-PTN Barat Universitas Tanjungpura Pontianak Hal 442 450 442 DINAMIKA PERUBAHAN MUKA LAUT EOSEN BERDASARKAN DATA PALINOLOGI PADA FORMASI NANGGULAN YOGYAKARTA Rachmad Setijadi 1 , Asmoro Widagdo 2 , Sigit Puji Jatmiko 3 , Elvi Rusmiyanto, P.W. 4 1,2,3) Teknik Geologi, Fakultas Sains dan Teknik, Unsoed, Purwokerto. rsetijadi.unsoed@gmail.com 4) Jur. Biologi FMIPA UNTAN, Jl. Prof. Hadari Nawawi Pontianak Kalbar ABSTRACT Palynology record data can be used to reconstruct in sea level changes. This study consists of two phases: field-work and laboratory studies. A total of fifteen (15) samples were analyzed from Nanggulan Formation. A total of 2684 palinomorphs was identified. Twenty-seven (27) palinomorph types was consists of 10 arboreal pollen (AP) taxa, and 8 of non-arboreal pollen (NAP) taxa. Palynological data can reveal sea level changes during the Eocene. There was occured 6 times periode of sea level changes (transgression-regression) in this area during the Eocene. Key words: Palinomorph, Eocene, sea level changes, arboreal pollen, non arboreal pollen ABSTRAK Bukti Palinologi berupa fosil polen dan spora tumbuhan dapat digunakan untuk merekonstruksi perubahan muka laut Kala Eosen. Limabelas (15) sampel batuan yang dianalisis menggunakan metode standar palinologi. Pengamatan mikroskopis dilakukan untuk identitifikasi tipe fosil polen dan spora (palinomorfnya) sehingga dapat diketahui tingkat taksa tumbuhan penghasilnya. Hasil pengamatan dapat diidentifikasi sejumlah 2684 palinomorf yang masuk dalam 27 tipe polen dan spora dan dikategorikan kedalam: 10 taksa tumbuhan berhabitus pohon mendominasi sebesar 37,04%, sedangkan yang berhabitus non pohon sebesar 8 taksa (29,63%) dan 9 taksa (33,33%) dari kelompok Pteridophyta. Pada Kala Eosen terjadi 6 (enam) kali perubahan muka laut (transgresi-regresi). Kata kunci : Palinomorf, Eosen, perubahan muka laut, arboreal pollen, non arboreal pollen 1. PENDAHULUAN Penelitian ini dilakukan didaerah Pendoworejo dan sekitarnya. Posisi geografis daerah penelitian adalah 110 ° 10′27,17′′– 110 ° 12′40,45′′BT dan 07 ° 45′25,30′′ - 07 ° 43′55,09′′ LS. Daerah penelitian memiliki luas ± 25 km 2 (5 x 5 Km).