Vol. 2 | No. 2 | Juni 2020 | Jurnal Medical Profession (MedPro) 79 DERMATITIS KONTAK ALERGI Wahyuni Taslim 1 , Nurhidayat 2 , Muhammad Ardi Munir 3,4 1 Medical Profession Program, Faculty of Medicine, Tadulako University-Palu, INDONESIA, 94118 2 Departement of Dermatovenereology, Undata General Hospital-Palu, INDONESIA, 94118 3 Departement of Social Health Science, Bioethics and Medical Law, Faculty of Medicine, Tadulako University - Palu, INDONESIA, 94118 4 Departement of Orthopaedic and Traumatology Surgery, Undata General Hospital-Palu, INDONESIA, 94118 *Corespondent Author : unitaslim@yahoo.com ABSTRAK Latar Belakang : Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah suatu proses peradangan kulit yang disebabkan oleh alergen tertentu dan termasuk dalam Hipersensitivitas tipe IV. Tanda klinis dermatitis kontak alergi bervariasi dari eritematosa makula, pembengkakan, papulovesikel, hingga bula dan ulkus pada kasus yang parah. Dan gejala utama yaitu pruritus. Laporan Kasus : Pada laporan kasus ini yaitu perempuan usia 40 tahun dengan diagnosis Dermatitis Kontak Alergi. Terapi yang diberikan pada pasien ini yaitu kombinasi pemberian obat kortikosteroid topikal dan pemberian antihistamin. Pasien juga di berikan edukasi agar menjaga kebersihan dan kelembapan kulit, menghindari alergen, serta tidak menggaruk area yang luka. Kesimpulan : Prinsip penatalaksanaan pasien ini adalah memberikan kortikosteroid topikal, pengobatan simptomatik dan terpenting untuk menghindari alergen penyebab terjadinya reaksi alergi. Prognosis Dermatitis Kontak Alergi baik, bila segera mendapatkan pengobatan yang tepat. Kata Kunci : Dermatitis Kontak Alergi, Hipersensitivitas Tipe-IV, Kortikosteroid Topical ABSTRAK Latar Belakang: Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah suatu proses peradangan kulit yang disebabkan oleh alergen tertentu dan termasuk dalam Hipersensitivitas tipe IV. Tanda klinis dermatitis kontak beragam bervariasi dari eritematosa makula, pembengkakan, papulovesikel, hingga bula dan ulkus pada kasus yang parah. Dan gejala utama yaitu pruritus. Laporan Kasus: Pada laporan kasus ini yaitu perempuan usia 40 tahun dengan diagnosis Dermatitis Kontak Alergi. Terapi yang diberikan pada pasien ini yaitu kombinasi pemberian obat kortikosteroid topikal dan pemberian antihistamin. Pasien juga di berikan edukasi agar menjaga kebersihan dan kelembapan kulit, menghindari alergen, serta tidak menggaruk area yang luka. Kesimpulan: Prinsip penatalaksanaan pasien ini adalah memberikan kortikosteroid topikal, pengobatan simptomatik dan yang terpenting untuk menghindari penyebab terjadinya reaksi alergi. Prognosis Dermatitis Kontak Alergi baik, bila segera mendapatkan pengobatan yang tepat. Kata Kunci: Dermatitis Kontak Alergi, Hipersensitivitas Tipe-IV, Topikal Kortikosteroid. PENDAHULUAN Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah suatu proses peradangan kulit yang disebabkan oleh alergen tertentu. DKA termasuk dalam Hipersensitivitas tipe IV sebelumnya peka terhadap alergen. The North American Contact Dermatitis Group (NACDG) melaporkan dari 20092010 dan 20112012, menunjukkan bahwa prevalensi DKA telah meningkat dari 46,3% menjadi 48,0%. Prevalensi pasien DKA yang dirawat di Rumah Sakit Umum Dr. Mohammad Hoesin Palembang, pada 2008 mencapai 13,42%. Dermatitis kontak alergi dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk genetik, usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan komorbiditas lainnya seperti dermatitis kontak iritan (DKI), Dermatitis atopik, dan urtikaria kronis. Diagnosis DKA dapat dilakukan oleh anamnesis dan pemeriksaan fisik. Salah atu dari tes yang digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis adalah Skin Patch Test. Tes ini dilakukan oleh menempelkan chamber / tambalan yang telah diberikan zat-zat alergen tersebut kepada pasien yang dicurigai DKA. Hasil positif dari tes satu alergen mengkonfirmasi diagnosis. Hasil Patch test membantu dokter dalam edukasi pasien dan terapi. (1) DKA disebabkan oleh respons hipersensitif tipe lambat terhadap alergen kontak. Insiden DKA tidak didefinisikan dengan jelas, tetapi diperkirakan meningkat. Sebuah studi baru- baru ini menemukan bahwa semua bentuk dermatitis kontak, termasuk DKI dan DKA, memiliki prevalensi 4,17% di AS. Perkiraan biaya medis tahunan terbaru di AS pada tahun 2013 untuk kasus Dermatitis Atopik dan Dermatitis Kontak adalah $ 314.000.000 dan $ 1.529.000.000. Dermatitis Kontak Alergi adalah