JTD :Jurnal Ilmiah Teknologi dan Desain Institut Sains dan Teknologi Pradita Volume 1 No.2, Januari 2020, 45-54 ISSN: 2685 - 0222 TINJAUAN RUMAH TINGGAL BERDASARKAN KONSEP RUMAH SEHAT MENURUT REGULASI PEMERINTAH _____________________________________________________________________________________ Jurnal Teknologi dan Desain Volume 1 Nomor 2 Januari 2020 | 45 TINJAUAN RUMAH TINGGAL BERDASARKAN KONSEP RUMAH SEHAT MENURUT REGULASI PEMERINTAH Nadia Diandra 1 ,Muhammad Nurul Afla 2 , Muhammad Oky Syahputra 3 (1) Program Studi Teknik Sipil, InstitutSains dan Teknologi Pradita, Scientia Business Park Tower I, Gading Serpong, Tangerang, Indonesia 081382198530 (2) Program Studi Teknik Sipil, InstitutSains dan Teknologi Pradita, Scientia Business Park Tower I, Gading Serpong, Tangerang, Indonesia 081283121254 (3) Program Studi Teknik Sipil, InstitutSains dan Teknologi Pradita, Scientia Business Park Tower I, Gading Serpong, Tangerang, Indonesia 088808148732 Nadia.diandra@pradita.ac.id ,muhammad.nurul@student.pradita.ac.id , muhammad.oky@student.pradita.ac.id Abstrak Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Konstruksi dan lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat rumah sehat merupakan salah satu faktor penyebab sumber penyakit dan ketidaknyamanan penghuni rumah. Pada penelitian ini, dilakukan pengamatan pada sebuah rumah yang berada di wilayah Perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Hasil pengamatan rumah tersebut kemudian dibandingkan dengan syarat dan peraturan rumah sehat yang berlaku di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tangerang khususnya Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 09 Tahun 2006. Berdasarkan hasil analisis, rumah tersebut tidak memiliki sumur resapan air hujan sehingga mengakibatkan rumah tersebut rawan terhadap ancaman banjir akibat aliran air di permukaan air tanah (runoff). Genangan air yang timbul akibat minimalnya daya serap tanah terhadap air hujan juga dapat meningkatkan risiko akan penyakit Demam Berdarah Dengue akibat nyamuk Aedes Aegypti. Kurangnya ruangan yang ada pada rumah hunian tersebut mengakibatkan perubahan fungsi utama dari setiap ruangan yang ada. Sebagai contoh, Ruang keluarga yang seharusnya menjadi pusat aktivitas keluarga juga difungsikan sebagai ruang tidur. Dari segi tata ruang Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal yang diizinkan untuk rumah adalah 60%, sedangkan untuk koefisien dasar hijau (KDH) nilai minimalnya adalah 40%. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa rumah yang ditinjau memiliki KDB sebesar 100%, dimana seluruh lahan digunakan sebagai bangunan dan tidak ada ruang terbuka hijau (RTH) sehingga KDH rumah tersebut menjadi 0%. Dari segi pencahayaan dan ventilasi, hanya tiga dari lima ruangan yang memiliki lubang penghawaan yaitu ruang tidur pasutri, kamar mandi dan ruang serba guna. Kata Kunci :Rumah sehat, Rumah sehat sederhana, Peraturan pemerintah Abstract A house is one of the most basic primary needs for human. In addition to human needs, construction and environment of a house that not eliglible health requirements is one of the risk factors for the source of disease and an uncomfortable lifestyle. Therefore, the purpose of this study is to observe and analyze a house in the Dasana Indah housing area, Bojong Nangka Village, Kelapa Dua District, Tangerang Regency, Banten Province, as a sample, then compare the observation result with the conditions and regulations as told by the Indonesian government in general, Tangerang Regency specifically. The observation result is the sample house did not