Jurnal Hexagro. Vol. 1. No. 1 Februari 2017 ISSN 2459-2691 38 ANALISIS DAYA SAING USAHATANI BERAS ORGANIK DI PROVINSI JAWA BARAT (COMPETITIVENESS ANALYSIS OF ORGANIC RICE FARMING IN WEST JAVA) Ulpah Jakiyah 1 1 ulpahjaki89@gmail.com Universitas Perjuangan, Jl. PETA No. 177 Tasikmalaya ABSTRACT Trade of liberalization caused increasingly opportunities for Indonesia deal with exports such as organic rice. Global market demand for organic rice is increasing. But in this case, Indonesia is faced with the first exports competitor is Thailand and Vietnam as an organic rice exporter country in the world. Opportunities and constraints used by organic rice farmers in the west java until succesfull to exports in United States, Germany, Malaysia, Singapore, The Netherlands, Italy, and Dubai. So this study aims to analyze competitiveness. Method analysis used is Policy Analysis Matrix (PAM).This result of research indicates that all three varieties of organic rice having competitiveness to export with the competitive advantage (Private Cost Ratio) and comparative (Domestic Resource Cost Ratio) are positive and less than one. The revenue based financially and socially can cover the input domestic cost. But competitive and comparative advantage is weakest because the cost certification land affect domestic and packaging cost. Key words : Competitiveness, Organic Rice, Policy Analysis Matrix, Sensitivity JEL Clasification: Competitiveness, Production, Trade ABSTRAK Liberalisasi perdagangan menyebabkan semakin terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan ekspor salah satunya beras organik. Permintaan pasar global beras organik semakin meningkat. Namun hal ini Indonesia dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan ekspor yaitu Thailand dan Vietnam sebagai negara pengeskpor beras organik di dunia. Peluang dan hambatan tersebut dimanfaatkan oleh petani beras organik di Provinsi Jawa Barat yang berhasil melakukan ekspor ke negara Amerika Serikat, Jerman, Malaysia, Singapura, Belanda, Italia, dan Dubai. Sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing beras organik. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga varietas beras organik memiliki daya saing untuk eskpor dengan adanya keunggulan kompetitif (Private Cost Ratio) dan komparatif (Domestic Resource Cost Ratio) bernilai positif dan kurang dari satu. Penerimaan secara financial maupun sosial dapat memenuhi biaya input domestik. Namun keunggulan kompetitif dan komparatif bersifat lemah karena adanya biaya sertifikasi lahan yang mempengaruhi biaya domestik dan biaya kemasan. Kata kunci: Beras Organik, Keunggulan Kompetitif, Keunggulan Komparatif PENDAHULUAN Perkembangan luas areal pertanian organik Indonesia dari tahun 2010-2013 mengalami trend meningkat. Walaupun pada tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami penurunan dari 88 247 Ha menjadi 65 688 Ha namun dapat dikendalikan dengan semakin banyaknya petani yang berminat melakukan usahatani organik (IFOAM 2014). Berdasarkan data dari IFOAM (2014), tahun 2013 luas areal pertanian organik Indonesia telah menyumbang 0.1% share lahan pertanian organik dunia. Penurunan luas lahan pertanian organik Indonesia dikarenakan adanya kebijakan sertifikasi dan penyesuaian lahan organik. Perubahan tersebut berpengaruh terhadap produksi dan daya saing usahatani pertanian organik baik di pasar domestik maupun pasar international. Permintaan pasar mengenai pertanian organik mencapai 72 miliar US$ (IFOAM 2014). Salah satunya permintaan luar negeri terhadap beras organik mencapai 100 ribu ton pertahun. Sedangkan Indonesia hanya mampu mengekspor 9 ribu ton per musim tanam. Keadaan ini belum mencapai 10 persen dari kebutuhan pasar global. Sebagai pengeskpor beras organik, Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. IFOAM telah menetapkan Thailand dan Vietnam sebagai pengekspor utama dunia beras organik terbesar. Hal ini dikarenakan Thailand dan Vietnam telah lebih dahulu melihat potensi pasar produk pertanian organik, sehingga