Range: Jur nal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 Tahun 2022 Ashilla Hanun Sanvi, dkk 129 ISSN :2685-2373 ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI PADA MATERI MATRIKS DITINJAU BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA Ashilla Hanun Sanvi 1* , Hafsah Adha Diana 2 Universitas Media Nusantara Citra * ashillahanun@gmail.com Diterima: 19 Desember 2021. Disetujui: 9 Januari 2022. Dipublikasikan: 25 Januari 2022 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi ditinjau berdasarkan kemampuan awal matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek terdiri dari 34 siswa kelas XI IPS tahun ajaran 2020/ 2021. Instrumen berupa tes kemampuan awal matematika, tes kemampuan numerasi dan wawancara. Berdasarkan hasil tes diperoleh bahwa kemampuan awal matematika siswa tergolong tinggi. Siswa dengan kemampuan awal matematika sangat tinggi sebanyak 13 orang, siswa dengan kemampuan matematika tinggi sebanyak 9 orang, siswa dengan kemampuan awal matematika sedang sebanyak 3 orang, siswa dengan kemampuan awal matematika rendah sebanyak 4 orang, dan siswa dengan kemampuan awal matematika sangat rendah sebanyak 5 orang. Dari setiap kemampuan awal matematika tersebut diberikan tes kemampuan numerasi dan wawancara diperoleh hasil, subjek dengan kemampuan sangat tinggi, tinggi, dan sedang belum mampu memenuhi indikator kemampuan numerasi dan kemampuan pemecahan masalah sedangkan untuk subjek dengan kemampuan rendah dan sangat rendah sama sekali tidak memenuhi kedua indikator tersebut. Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah, Kemampuan Numerasi, AKM ABSTRACT This study aims to analyze numeracy skills in terms of initial mathematical abilities. This study uses a descriptive qualitative method with the subject consisting of 34 students of class XI IPS for the academic year 2020/2021. The instruments are an initial math ability test, a numeracy ability test and an interview. Based on the test results, it was found that the students' initial mathematical abilities were classified as high. There are 13 students with very high early math skills, 9 students with high math ability, 3 students with moderate early math ability, 4 students with low math early ability, and 5 students with very low math early ability. person. From each of these initial mathematical abilities, numeracy skills tests and interviews were obtained. The results showed that subjects with very high, high, and medium abilities had not been able to satisfy the indicators of numeracy and problem solving abilities, while subjects with low and very low abilities did not able to satisfy the both indicators. Keywor ds: Problem Solving Skill, Numeracy Skill, AKM Pe ndahuluan Pelaksanaan Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang dicanangkan oleh pemerintah mulai di uji cobakan di beberapa sekolah. Pelaksanaan AKM tersebut merupakan salah satu wujud impementasi dari kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka belajar yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadim Anwar Makarim. Pembaruan kurikulum tersebut dimaksudkan sebagai wujud evaluasi dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013 kelulusan ditentukan oleh Ujian Nasional (UN) yang menjadi satu-satunya indikator keberhasilan siswa dalam proses belajar. Hal ini dianggap kurang tepat karena UN hanya berorientasi pada aspek kognitif dan selama pelaksanaannya hanya melibatkan kemampuan berpikir tingkat rendah, materi yang diujikan dalam UN terlalu padat dan siswa dituntut untuk menguasai semua materi (Rohim, 2021). Pada kurikulum merdeka belajar UN digantikan dengan Assemen Nasional dimana salah satu aspek nya adalah AKM. Asesmen Kompetensi Minimum bertujuan dalam meningkatkan hasil belajar karena dalam pelaksanaanya dapat memberikan informasi terkait perbaikan kualitas belajar-mengajar (Mendikbud, 2020). AKM dirancang untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih kontekstual bukan hanya sekedar hafalan tetapi menuntut siswa menggunakan kemampuan tingkat tinggi serta persoalan yang diberikan