136 Plantropica: Journal of Agricultural Science 2020. 5(2)136-143 Uji Pertumbuhan Enam Aksesi Kencur (Kaempferia galanga L.) di Bawah Tegakan Jati Growth Test of Six Kencur (Kaempferia galanga L.) Accessions Under Teak Stand Wiga Tegarmas Setiawan * , Eko Widaryanto, Akbar Saitama dan Akbar Hidayatullah Zaini Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang 65145 Jawa Timur Korespondensi: wigasetiawan12@gmail.com Diterima 1 Agustus 2020 / Disetujui 18 Agustus 2020 ABSTRAK Tanaman Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan tanaman temu – temuan yang hidup di bawah pepohonan atau tidak banyak membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi, tanaman secara umum membutuhkan cahaya untuk kebutuhan fotosintesis dengan tujuan bertumbuh dan berproduktifitas melalui proses metabolisme di dalam sel tanaman. Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif di dalam rimpang kencur ditentukan oleh varietas yang digunakan, cara budidaya dan lingkungan tempat tumbuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan 6 aksesi kencur yang berasal dari dataran rendah Jawa Timur pada naungan tegakan Jati dan tanpa naungan. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan tiga ulangan yang sesuai denah penelitian. Petak utama (main plot) merupakan dua tingkat naungan yaitu tanpa naungan (N0) dan naungan tegakan Jati (N1). Anak petak (sub plot) berupa enam aksesi kencur dari Kab. Banyuwangi (A1), Sumenep (A2), Mojokerto (A3), Gresik (A4), Pacitan, (A5) dan Nganjuk (A6). Bedasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kencur dapat beradaptasi baik dengan adanya naungan maupun tidak ada naungan, secara umum pada fase pertumbuhan tanaman, naungan tidak memberikan respon terhadap jumlah daun, luas daun, persentase luas tajuk dan panjang akar. Sedangkan selama pengamatan pertumbuhan aksesi memberikan respon nyata terhadap pertumbuhan tanaman, aksesi Kab. Sumenep dan Kab. Nganjuk menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan aksesi. Kata kunci: Intensitas Cahaya, Rimpang Kencur, Tutupan Canopy ABSTRACT Kaempferia galanga L. is a wild ginger plant that lives under trees or does not require a lot of high light intensity, plants generally need light for photosynthetic in order to grow and produce through metabolic processes in plant cells. The production, quality and content of the active ingredients in galanga rhizome are determined by the variety used, cultivation method and the environment in which it is grown. This research aimed to determine the growth of 6 galanga accessions originating from the lowlands of East Java under teak stands and without shade. This research used a split plot design with three replications in accordance with the research plan. The main plot (main plot) consisted of two levels of shade, namely the no shade (N0) and the shade of teak stands (N1). Sub plot comprised of six districs i.e. Banyuwangi (A1), Sumenep (A2), Mojokerto (A3), Gresik (A4), Pacitan, (A5) Nganjuk (A6). Based on the results of the research, it can be concluded that galangal can adapt both to the presence of shade and no shade. In general, during the plant growth phase, shade does not respond to the number of leaves, leaf area, percentage of crown area and root length. Meanwhile, during the observation of