Edisi Mei 2017 Volume X No. 1 ISSN 1979-8911 139 PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN EM4 (Effective Microorganisms-4) PADA FERMENTASI LIMBAH PADAT BIOETANOL TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR Yani Suryani*, Iman Hernaman, dan Neng Hilma Hamidah Abstrak Upaya penggunaan bahan bakar nabati atau yang sering disebut bioetanol sebagai pengganti bahan bakar minyak fosil sedang ditingkatkan. Selain lebih ramah lingkungan, mampu diproduksi secara terus menerus, juga bahan yang digunakan untuk membuat bioetanol sangat banyak terdapat di alam termasuk bermacam- macam limbah. Salah satu bahan baku pembuatan bioetanol yang sudah banyak digunakan adalah singkong. Proses pembuatan bioetanol menghasilkan limbah baik padat ataupun cair. Keberadaan limbah padat bioetanol biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dan menurunkan serat kasar limbah padat bioetanol sehingga bisa dijadikan pakan yang lebih baik untuk pertumbuhan hewan ternak. Limbah bioetanol difermentasi dengan EM4 (Effective Microorganisms 4). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pada faktorial 5 x 2 dengan 5 kali pengulangan. Faktor pertama adalah perlakuan EM-4, yaitu A=0%, B=0.25%, C=0.5%, D=0.75%, dan E=1%. Masing-masing unit percobaan menggunakan 250 g sampel limbah. Faktor kedua adalah lamanya fermentasi yaitu selama 4 hari dan 8 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu penambahan EM-4 sebanyak 1% yang difermentasi selama 4 hari adalah yang terbaik, dengan kandungan protein 3.53% dan kandungan serat kasar 13.19%. Kata-kata kunci: Effective Microorganisms-4 (EM-4), fermentasi, limbah bioetanol, pakan ternak, protein, serat kasar Pendahuluan Sampai sekarang krisis energi semakin terasa, sehingga banyak upaya yang dilakukan untuk mendapatkan energi alternatif yang terbarukan. Salah satunya yaitu bioetanol. Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dengan cara fermentasi mengunakan bahan baku nabati. Bioetanol merupakan salah satu jenis sumber energi yang sedang dipacu pengembangannya oleh Pemerintah Indonesia [1]. Saat ini Indonesia sedang menargetkan pembangunan dan konsumsi energi hingga tahun 2025 yaitu mengambil porsi biofuel atau bahan bakar nabati seberasr 5% dari total energi yang brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by eJournal of Sunan Gunung Djati State Islamic University (UIN)