JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 AbstrakPada sistem tenaga listrik, perubahan beban tidak dapat diprediksi. Beban yang berubah secara tiba-tiba menyebabkan osilasi pada frekuensi generator. Pada sistem tenaga listrik multi area, generator bekerja secara sinkron. Osilasi frekuensi dapat menyebabkan frekuensi generator lepas sinkron. Oleh karena itu, osilasi frekuensi harus diredam dengan cara pengaturan frekuensi dan beban atau Load Frequency Control (LFC). Pengaturan frekuensi pada generator dilakukan oleh governor. Untuk mendapatkan performansi yang lebih baik, pengaturan frekuensi pada generator diberi aksi kontrol Kontroler Proporsional Integral Differensial (PID). Selain kontroller PID, osilasi dapat diredam dengan Thyristor Controlled Phase Shifter (TCPS). TCPS adalah salah satu peralatan Flexible AC Transmision System (FACTS). FACTS juga banyak digunakan sebagai peredam osilasi. Agar didapatkan koordinasi yang baik, maka parameter PID dan TCPS dioptimisasi dengan Differential Evolution (DE). Kata Kunciload frequency control, proporsional integral differensial, thyristor controlled phase shifter, differential evolution. I. PENDAHULUAN ada saat ini, energi listrik merupakan kebutuhan utama. Tanpa energi listrik masyarakat tidak dapat melakukan aktivitas. Kebutuhan tenaga listrik yang meningkat juga menuntut para produsen untuk menambah kapasitas pembangkit. Di samping itu, masyarakat juga menuntut kualitas tenaga listrik yang baik. Salah satu parameter kualitas tenaga listrik adalah frekuensi yang konstan. Oleh karena itu pembangkit tenaga listrik berusaha untuk menjaga agar frekuensi tetap konstan [1]. Pada sistem tenaga listrik, permintaan daya oleh konsumen dapat berubah-ubah. Perubahan dalam skala yang cukup besar secara tiba-tiba menyebabkan perubahan frekuensi pada sistem yang disertai dengan osilasi. Osilasi frekuensi pada sistem tenaga listrik berpengaruh terhadap beban motor dan operasi sinkron generator. Oleh karena itu dibutuhkan pengaturan frekuensi dan beban yang disebut dengan Load Frequency Control (LFC) [2]. LFC dapat dilakukan dengan menggunakan aksi kontrol integral gain pada governor. Kontroler PID dapat digunakan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Selain itu, osilasi frekuensi juga dapat diredam dengan menambahkan peralatan FACTS pada tenaga listrik. FACTS yang digunakan adalah TCPS. TCPS merupakan perlatan kontrol daya aktif pada saluran transmisi dengan menggeser fasa. Kontrol daya aktif dapat mengurangi osilasi pada sistem [3]. Pada tugas akhir ini dibahas mengenai koordinasi dari kontroler PID dan TCPS yang diaplikasikan pada sistem tenaga listrik multiarea. Untuk mendapatkan koordinasi yang optimal, maka parameter-parameter PID dan TCPS dioptimisasi menggunakan Differential Evolution (DE). II. PEMODELAN SISTEM DAN ALGORITMA A. Pemodelan LFC pada Sistem Tenaga Listrik 2 Area Pada tugas akhir ini, model LFC 2 area menggunakan model dari Hadi Saadat. Model LFC dapat dilihat pada gambar 1. Data parameter sistem yang digunakan adalah data parameter sistem tenaga listrik 2 area Hadi Saadat seperti pada tabel 1 [4]. 2 2 2 1 D s H 1 1 2 1 D s H T s T T 1 1 1 s T T 2 1 1 1 1 1 g sT 2 1 1 g sT 2 1 R 1 1 R + + + + + + - - - - - - 1 reef P 2 reef P 1 Y 2 Y 2 Pm 1 Pm 1 L P 2 L P tie P 1 f 2 f Gambar. 1. LFC sistem tenaga listrik 2 area. Keterangan, H 1 = Momen Inersia Area 1 H 2 = Momen Inersia Area 2 D 1 = Load damping area 1 D 2 = Load damping area 2 T T1 = Konstatanta Waktu Turbin Area 1 T T2 = Konstatanta Waktu Turbin Area 2 T g1 = Konstanta Waktu Governor area 1 T g2 = Konstanta Waktu Governor Area 2 Koordinasi Kontroler PID dan Thyristor Controlled Phase Shifter (TCPS) pada Load Frequency Control (LFC) Menggunakan Differential Evolution (DE) Wendy Kurniawan K, Rony Seto Wibowo, dan Imam Robandi Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Email:wendy@elect-eng.its.ac.id,ronyseto@ee.its.ac.id, robandi@ee.its.ac.id P