PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA Apri Riyawan 1 , Sita Muharni 2 , M. Adie Syaputra 3 1 Apri Riyawan, STMIK Dharma Wacana Metro, apririyawan@gmail.com 2 Sita Muharni STMIK Dharma Wacana Metro, sita.stmikdharmawacana@gmail.com 3 M. Adie Syaputra, STMIK Dharma Wacana Metro, m4adie@gmail.com Jalan Kenangan No.3 Mulyojati Kota Metro Email : apririyawan@gmail.com ABSTRAK Tanaman buah naga merupakan tamanan yang mempunyai beberapa penyakit dan memiliki gejala yang hampir sama. Namun jika diamati lebih lanjut beberapa penyakit bisa dibedakan berdasar gejala lain yang mengikuti. Pendiagnosaan merupakan dugaan penyakit yang paling mendekati kebenaran berdasarkan gejala yang ditimbulkan dan pertimbangan secara tepat. Metode Certainty Factor merupakan Metode yang didasarkan pada nilai bobot CF gejala terhadap suatu penyakit dan nilai interpretasi keprcayaan yang di berikan petani terhadap gejala yang timbul. Pada penelitian sebelumnya Metode certainty factor mempunyai nilai akurasi 94,6% dalam perhitungan diagnosanya. Perhitungan metode certainty factor dipengaruhi nilai bobot dan nilai interprestasi kepercayaan user terhadap objek. Penerapan metode Certainty factor diharapkan digunakan untuk mendiagnosa penyakit pada tanaman buah naga sehungga didapatkan nilai persentase kemungkinan jenis penyakitnya.. Kata Kunci : Certainty Factor, Buah Naga I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendiagnosaan buah naga berdasarkan dari beberapa gejala yang ditimbulkan seperti layu, karat merah, busuk batang, batang kuning dan yang lainnya (Ari Wibowo,2018). Dari gejala yang ditimbulkan terbagi menjadi gejala utama atau gejala yang dominan dan gejala yang mengikuti atau gejala sekuler. Pendiagnosaan dilakukan dengan mempertimbangkan gejala yang muncul dengan menentukan mana yang paling dominan dan mana yang tidak dominan. Tetapi terkadang dalam praktiknya sering terjadi kesalahan dalam menentukan gejala yang dominan. Dengan masalah seperti itu penerepan metode certainity faktor mungkin bisa menjadi altenatif dari pakar. Metode certainity factor akan menghitung dari hasil bobot gejala dari basis pengetahuan seorang pakar kemuadian juga akan menghitung dari nilai interprestasi yang sudah ditentukan berdasarkan jawaban dari petani yang melihat secara langsung gejala yang timbul.(Arfifin, 2017) Informasi tentang penanganan penyakit pada tanaman buah naga. Pada penentuan obat pembasmi jamur atau bakteri ini terkadang para petani kurang tepat dalam penerapan sesuai penyakit yang menyerang. Hal ini dapat berdampak pada kualitas hasil panen dan tingkat produktifitas dari komoditi buah naga tersebut. Bahkan jika terjadi keterlambatan atau tidak segera diatasi sesuai dengan kriteria penyakitnya akan terjadi kematian pada tanaman buah naga tersebut. Keterbatasan informasi juga menjadi salah satu hambatan yang mengakibatkan terjadi penanganan pada lahan yang terkena penyakit, hal ini dapat mengakibatkan meluasnya penyakit yang menyerang lahan tersebut ke lahan yang lain. Diperlukan sebuah sistem yang dapat memudahkan masyarakat terutama petani untuk mengetahui secara dini atau mendiagnosis penyakit tersebut dengan tepat serta saran penanggulangannya. Metode