Kuntyastuti et al.: Jerami padi dan pemupukan npk pada kedelai di lahan sawah vertisol 148 PEMANFAATAN JERAMI PADI DAN PEMUPUKAN NPK PADA KEDELAI DI LAHAN SAWAH VERTISOL Henny Kuntyastuti, Abdullah Taufiq, R.D. Purwaningrahayu, dan Andy Wijanarko Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang ABSTRAK Keberlanjutan produksi tanaman tergantung pada pengelolaan dan kecukupan hara yang diperlukan tanaman. Tanaman kedelai masih dominan ditanam di lahan sawah tanah Entisol dan Vertisol mengikuti pola tanam padi–padi–kedelai atau padi–kedelai–kedelai. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh pupuk anorganik NPK yang dikombinasi dengan cara pengelolaan jerami, dan pola tanam pada lahan sawah Vertisol dengan bedengan empat meter. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Vertisol Ngawi pada MK II 2005 menggunakan rancangan split plot diulang tiga kali. Petak utama adalah tanpa jerami padi, jerami padi 5 t/ha sebagai mulsa dan jerami padi 5 t/ha dibakar. Anak petak adalah tanpa pupuk, 50 kg ZA + 50 kg SP36 + 100 kg KCl/ha, 50 kg ZA + 50 kg SP36/ha, 50 kg ZA + 100 kg KCl/ha dan 50 kg SP36 + 100 kg KCl/ha. Kombinasi pupuk dievaluasi pada lahan dengan bedengan 4 m pada dua pola tanam padi–kedelai dan kedelai–kedelai. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pada lahan sawah Vertisol Ngawi pemupukan 50 kg ZA + 50 kg SP36 + 100 kg KCl/ha secara teknis layak diterapkan untuk budidaya kedelai pada lahan bekas padi atau bekas kedelai, tanpa atau dengan jerami padi digunakan sebagai mulsa atau dibakar. Kela- yakan ekonomis dan sosial budayanya perlu dikaji lebih lanjut. Kata kunci: kedelai, Vertisol, pupuk, jerami ABSTRACT Utilization of rice straw and NPK fertilizer in soybean in vertisol paddy fields. The sustainability of crop production depends on the management and the adequacy of the necessary plant nutrients. Soybean crop is still dominant in paddy fields planted with soil type Vertisol and Entisol follow the pattern of rice–rice–soybean or rice–soybean–soybean. The research objective is to evaluate the effect of inorganic fertilizer NPK combined with straw management, and cropping patterns in the Vertisol wetland with beds four meters. The experiment was conducted in Vertisol paddy fields, Ngawi during the dry season in 2005 using a split plot design of three replicates. The main plot without rice straw, rice straw 5 t / ha as a mulch and rice straw 5 t / ha burned. Subplot is without fertilizer, 50 kg ZA + 50 kg SP36 + 100 kg KCl/ha, 50 kg ZA + 50 kg SP36/ha, 50 kg ZA + 100 kg KCl/ha dan 50 kg SP36 + 100 kg KCl/ha. The combination of fertilizer were evaluated on the land with beds 4 m with two cropping pattern rice–soybean and soybean–soybean. The results showed, the Vertisol wetland in Ngawi application of 50 kg ZA + 50 kg SP36 + 100 kg KCl/ha is technically feasible for soybean cultivation after rice or soybean fields, without or with rice straw used as mulch or burned. Economic feasibility and social culture needs to be studied further. Key words: soybean, Vertisol, manure, straw PENDAHULUAN Keberlanjutan produksi tanaman tergantung pada kecukupan hara yang diperlukan oleh tanaman. Tanaman kedelai masih dominan ditanam di lahan sawah berjenis tanah Entisol dan Vertisol mengikuti pola tanam padi–padi–kedelai atau padi–kedelai–kedelai. Upaya peningkatan produktivitas kedelai dapat dilakukan dengan melakukan penge-