136
© 2019 by Murabby All right reserved. This work is licensed under (CC-BY-SA)
REINFORCEMENT
DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR FIKIH
Zulvia Trinova
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
zulvia.trinova12@gmail.com
Silfia Ikhlas
Universitas Islam Negeri Ar Raniry Aceh
silfia.ikhlas@yahoo.com
Wahyuli Lius Zen
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
wahyuli.lius@gmail.com
Musalwa
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
musalwa@uinib.ac.id
DOI: 10.15548/mrb.v2i2.573
Received: 30 Juli 2019 Revised: 2 Agustus 2019 Approved: 31 Agustus 2019
Abstrak: Guru dapat menciptakan suasana dan proses belajar agar bisa secara aktif mengembangkan
potensi diri peserta didik di MTsN. Guru yang mengajar secara monoton dan tidak variatif dapat
menimbulkan kejenuhan dan kebosanan peserta didik yang berakibat pada kemalasan dan perbuatan-
perbuatan yang mengganggu proses belajar mengajar. Guru dapat melakukan pemberian penguatan
dalam meningkatkan motivasi belajar dengan mendeskripsikan bentuk-bentuk pemberian penguatan
(reinforcement) dalam meningkatkan motivasi belajar, motivasi peserta didik dalam pembelajaran,
implikasi dari pemberian penguatan (reinforcement) dalam meningkatkan motivasi belajar. Bentuk
dan jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode
deskriptif kualitatif. Pengumpulan data digunakan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi
yang diajukan kepada guru bidang studi Fikih, kepala Madrasah dan para peserta didik MTsN.
Bentuk penguatan (reinforcement) yang sering diberikan oleh guru bidang studi Fikih dalam
meningkatkan motivasi peserta didik di MTsN yaitu bentuk penguatan verbal berupa pujian,
penghargaan dan persetujuan, dan bentuk pemberian penguatan non verbal berupa mimik, gerakan
tangan, dengan pendekatan, dan menggunakan sentuhan. Motivasi peserta didik dalam pembelajaran
Fikih di MTsN sangat tinggi yang terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung tingginya hasrat
keingintahuan peserta didik dalam belajar Fikih, peserta didik tidak mudah putus asa dalam
mengerjakan tugas, tekun dalam mengerjakan tugas, dan berkonsentrasi dalam belajar. Sedangkan
implikasi dari pemberian penguatan ini adalah peserta didik senang belajar setelah diberikan
penguatan, menjadikan peserta didik aktif di kelas, dapat menyelesaikan tugas dengan tepat, serta
keinginan peserta didik mendapatkan nilai yang bagus.
Kata Kunci: Reinforcement, Motivasi Belajar, Pembelajaran Fikih, Keterampilan Dasar
Mengajar
PENDAHULUAN
Kompetensi guru merupakan
kemampuan seseorang guru dalam
melaksanakan kewajiban-kewajiban secara
bertanggung jawab dan layak. Kompetensi
merupakan kemampuan dan kewenangan
guru dalam melaksanakan profesi
keguruannya (Moh. Uzer Usman, 2008,
Muh. Ilyas Ismail, 2010).
Available Online at:
https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/murabby
Print ISSN:
2615-2061
Online ISSN:
2622-4712
Vol 2 No 2, September 2019, (136 –155)
Murabby: Jurnal Pendidikan Islam