Abstrak Kegiatan penelitian analisis model replanting perkebunan rakyat kelapa sawit fokus kepada studi penilaian kesiapan petani dan koperasi untuk mengikuti program peremajaan dan program pengembangan usaha. Objek penelitian adalah empat Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) di Lingkup Ophir, Pasaman Barat, yaitu: KPS Perintis, KPS Indah, KPS Maju dan KPS Makmur. Kesiapan petani dalam mengikuti program peremajaan dan pengembangan usaha koperasi dinilai melalui tiga kriteria, yaitu analisis kemampuan petani dalam melunasi hutang (ability to repay of debt), analisis iktikad baik petani dalam berorganisasi (good faith to join community), dan analisis penilaian kapasitas koperasi (cooperative capacity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani KPS lingkup Ophir pada dasarnya siap dan layak dalam memperoleh pembiayaan maupun mengikuti program peremajaan perkebunan rakyat kelapa sawit, namun akses terhadap pembiayaan dan regulasi yang mengharuskan adanya avalis menjadi kendala dalam kegiatan replanting kebun petani. Kata kunci : analisis kesiapan petani, perkebunan rakyat, program peremajaan Abstract The study of replanting models for smallholding oil palm plantation analysis is focus on smallholders and cooperatives' readiness assessment involves in replanting and business development program. The research objects are four oil palm plantantion cooperatives (KPS) in Ophir, West Pasam : KPS Perintis, KPS Indah, KPS Maju and KPS Makmur. Smallholders readiness in replanting and business development program was assessed through three criterias, which are ability to repay of debt, good faith to join community, and cooperative capacity. The results showed that smallholders in KPS Ophir are basically ready and feasible in obtaining financing and follow the oil palm replanting program, but access to financing and regulations that requires avalis become constrains for the smallholders. Keywords : smallholders' readiness analysis, oil palm smallholders, replanting program PENDAHULUAN Milestone perkebunan rakyat kelapa sawit di Indonesia berkembang di awal tahun 1980-an (Bakir, 2007) yang ditandai dengan pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) yang kemudian berkembang menjadi berbagai bentuk pola kemitraan maupun swadaya, diantaranya kemitraan Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA), kemitraan melalui program revitalisasi perkebunan, maupun pola kemitraan yang Penulis yang tidak disertai dengan catatan kaki instansi adalah peneliti pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit Rizki Amalia ( ) * Pusat Penelitian Kelapa Sawit Jl. Brigjen Katamso No. 51 Medan, Indonesia Email: rizki.amalia87@gmail.com Naskah masuk: 12 Juli 2017; Naskah diterima: 10 November 2016 ANALISIS KESIAPAN PETANI DAN KOPERASI DALAM PROGRAM PEREMAJAAN PERKEBUNAN RAKYAT KELAPA SAWIT (Studi Kasus Petani Lingkup Ophir, Kab. Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat) SMALLHOLDERS' AND COOPERATIVES' READINESS ANALYSIS IN OIL PALM SMALLHOLDERS' PLANTATION REPLANTING PROGRAM (Case Study of Farmers in Ophir, West Pasaman Regency, West Sumatra Province) J. Pen. Kelapa Sawit, 2017, 25(3): 171-182 Rizki Amalia, Ratnawati Nurkhoiry, Zulfi Prima Sani Nasution, dan Ambar Kurniawan 171