Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dana BOPTN Tahun 2016, ISBN : 978-602-14917-3-7 48 Perbedaan Kandungan Gizi ASI (Air Susus Ibu) Pada Berbagai Suhu dan Lama Penyimpanan 1 Puspito Arum, 2 Agatha Widiyawati Jurusan Kesehatan , Politeknik Negeri Jember Jl. Mastrip Jember Kotak Pos 164 Kode Pos 68101 teknik Negeri Jember Jember 1 puspito_arum@yahoo.com 2 agathawidiyawati@yahoo.com Abstract ASI merupakan satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik karena ASI mengandung zat gizi, hormon, faktor kekebalan tubuh, anti alergi, dan anti inflamasi. ASI mengandung hampir 200 unsur zat makanan. ASI perah dapat disimpan mulai dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung dari suhu penempatannya. Suhu dan lama waktu penyimpanan akan mempengaruhi kandungan zat gizi yang ada pada ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kandungan gizi ASI pada berbagai suhu dan lama penyimpanan. Variabel dalam penelitian ini adalah zat gizi makro yang terkandung dalam ASI, meliputi karbohidrat, lemak dan protein. Metode analisis protein menggunakan metode Kjedahk, metode analisis lemak menggunakan pendekatan metode Babcock dan metode analisis karbohidrat menggunakan metode indeks bias refraktometer. Kandungan protein pada sampel ASI berkisar antara 0,7940 – 0,8439 %, kandungan lemak pada sampel ASI berkisar antara 1,5 – 2,7 %, Kkandungan karbohidrat pada sampel ASI berkisar antara 9 – 9,23 %. Terjadi kenaikan kandungan protein ASI pada berbagai perlakuan suhu dan lama penyimpanan. Terjadi kenaikan kandungan lemak ASI pada berbagai perlakuan suhu dan lama penyimpanan. Terjadi penurunan kandungan karbohidrat ASI pada berbagai perlakuan suhu dan lama penyimpaan. Keywords— ASIP, Babcock, Karbohidrat, Lemak, Protein I. PENDAHULUAN Menyusui adalah proses pemberian ASI pada bayi oleh ibu dan merupakan kondisi yang alamiah yang dialami oleh wanita setelah melahirkan [5]. Air susu ibu (ASI) adalah sumber gizi dan makanan paling aman dan idel bagi bayi usia 0-6 bulan [1]. ASI merupakan satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik karena ASI mengandung zat gizi, hormon, faktor kekebalan tubuh, anti alergi, dan anti inflamasi. ASI mengandung hampir 200 unsur zat makanan [3]. ASI perah dapat disimpan mulai dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung dari suhu penempatannya. Suhu dan lama waktu penyimpanan akan mempengaruhi kandungan zat gizi yang ada pada ASI. Suhu ideal penyimpanan ASI dalam freezer adalah -20 - -15 ⁰C, namun pada kenyataannya suhu freezer lemari pendingin yang ada di rumah belum tentu menunjukkan suhu tersebut. Kondisi seperti ini akan menimbulkan kemungkinan perubahan nilai zat gizi yang terkandung dalam ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kandungan gizi ASI pada berbagai suhu dan lama penyimpanan II. TINJAUAN PUSTAKA Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam organik yang disekresikan oleh kelenjar payudara ibu, dan berguna sebagai makanan bayi [5]. ASI merupakan satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik karena ASI mengandung zat gizi, hormon, faktor kekebalan tubuh, anti alergi, dan anti inflamasi. ASI mengandung hampir 200 unsur zat makanan [3]. Keseimbangan zat-zat gizi dalam ASI berada pada komposisi terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling ideal bagi tubuh bayi, khususnya bayi usia 0-6 bulan. ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf bayi [11]. Produksi ASI dibedakan dalam tiga stadium yaitu: kolostrum (1-4 hari pasca melahirkan), air susu transisi (5- 10 hari pasca melahirkan), dan air susu matur [6]. ASI mengandung sebagian besar air sebanyak 87,5 %, oleh karena itu bayi yang mendapat cukup ASI tidak perlu mendapat tambahan air walaupun berada ditempat yang suhu udara panas. Kekentalan ASI sesuai dengan saluran cerna bayi, sedangkan susu formula lebih kental dibandingkan ASI. Hal tersebut yang dapat menyebabkan terjadinya diare pada bayi yang mendapat susu formula. Pemberian ASI hingga usia 6 bulan tanpa memberikan makanan dan cairan lain atau dikenal dengan ASI eksklusif sangat disarankan. Bagi ibu menyusui yang harus kembali pada rutinitas kerja dapat memberikan ASI eksklusif dengan cara ASI perah. Ibu dapat menyimpan ASI perah dengan baik agar manfaatnya tidak berkurang, ASI perah (ASIP) adalah ASI yang diperas kemudian disimpan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Open Access Jurnal Politeknik Negeri Jember