STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN
METODE JIGSAW DAN COOPERATIVE INTEGRATED READING
AND COMPOSITION (CIRC) TERHADAP PRESTASI BELAJAR
SISWA PADA MATERI KOLOID KELAS XI SEMESTER 2 SMA
NEGERI 1 WONOGIRI TAHUN AJARAN 2011/2012
Anita Sukarini
1
* , Endang Susilowati
2
, dan Kus Sri Martini
2
1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS, Surakarta, Indonesia
2
Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS, Surakarta, Indonesia
*Keperluan korespondensi, telp: 081548637119, email: anee_zoe@hotmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode pembelajaran
Jigsaw lebih bagus daripada Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap
prestasi belajar siswa pada materi pokok Koloid kelas XI semester 2 SMA Negeri 1 Wonogiri.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian Randomized Pretest-
Posttest Design untuk mengukur aspek kognitif dan Randomized Posttest Design untuk
mengukur aspek afektif. Populasi penelitian adalah kelas XI IPA SMA Negeri 1 Wonogiri Tahun
Ajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling dan diambil
2 kelas di mana satu kelas sebagai kelas eksperimen 1 (dengan Jigsaw) dan satu kelas
sebagai kelas eksperimen 2 (dengan CIRC). Teknik pengumpulan data prestasi belajar dengan
metode tes untuk aspek kognitif dan metode angket untuk aspek afektif. Teknik analisis data
menggunakan uji-t pihak kanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa
prestasi belajar siswa pada aspek kognitif yang diajar dengan metode Jigsaw lebih bagus
daripada siswa yang diajar dengan metode CIRC pada materi pokok bahasan Koloid kelas XI
semester 2 SMA Negeri 1 Wonogiri. Hal ini ditunjukkan dengan uji-t di mana t
hitung
> t
tabel
(2,68
> 1,67). Sedangkan untuk prestasi belajar afektif menunjukkan hasil yang secara statistik
dikatakan sama dengan uji-t di mana t
hitung
< t
tabel
(1,15 < 1,67).
Kata Kunci : studi komparasi, Jigsaw, CIRC, prestasi belajar, koloid
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah suatu usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia
serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan
Negara.
Berlakunya Kurikulum 2004
Berbasis Kompetensi yang telah direvisi
melalui Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) menuntut perubahan
paradigma dalam pendidikan dan
pembelajaran, khususnya pada jenis
dan jenjang pendidikan formal
(persekolahan). Perubahan tersebut
harus pula diikuti oleh guru yang
bertanggung jawab atas
penyelenggaraan pembelajaran di
sekolah (di dalam kelas ataupun di luar
kelas) [1].
Salah satu perubahan
paradigma pembelajaran tersebut
adalah orientasi pembelajaran yang
semula berpusat pada guru ( teacher
centered) beralih berpusat pada murid
(student centered), metodologi yang
semula lebih didominasi ekspositori
berganti ke partisipatori, dan
pendekatan yang semula lebih banyak
bersifat tekstual berubah menjadi
kontekstual tersebut dimaksudkan untuk
memperbaiki mutu pendidikan baik dari
segi proses maupun hasil [1].
SMA Negeri 1 Wonogiri
memiliki 7 Kelas XI IPA yang
merupakan kelas Rintisan Sekolah
Bertaraf Internasional (RSBI).
Pembelajaran sehari-hari di kelas
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 3 Tahun 2013
Program Studi Pendidikan Kimia
Universitas Sebelas Maret
ISSN 2337-9995
jpk.pkimiauns@ymail.com
Copyright © 2013 77