MB Kunu, CDU Baszary, A Killay E-ISSN : 2684-804X 1 RPBJ | Rumphius Pattimura Biological Journal Vol 2 | No 2 | September | 2020 RUMPHIUS PATTIMURA BIOLOGICAL JOURNAL Vol 2, No 2, 2020, pp 001 007 E-ISSN : 2684-804X EFEK PEMBERIAN SEDUHAN KAYU ULAR (Strychnos lucida) TERHADAP PENURUNAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus) MODEL DIABETES MELITUS Marissa Beatrix Kunu 1 , Chomsa Dintasari Umi Baszary 1* , Amos Killay 1 1 Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pattimura, Indonesia *Corresponding Author e-mail: chomsa.baszary@fmipa.unpatti.ac.id ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM), known as diabetes or blood sugar disease, is a group of chronic diseases characterized by increased blood sugar level (hyperglycemia). Prolonged hyperglycemia conditions will cause an increase in ROS (Reactive Oxygen Spesies) production by the mitochondria, which then cause damage to the mitochondrial membrane resulting in loss of function of the mitochondrial membrane potential and can induce sperm cells apoptosis. This study aims to determine effect of kayu ular ( Strychnos lucida) steeping on decreasing spermatozoa abnormalities of mice (Mus musculus) diabetes mellitus model. The result showed that administration of kayu ular steeping at concentration of 2,6gr/50ml was signicantly reduced (P<0.05) spermatozoa abnormality. This dose is the most effective concentration to decreased the spermatozoa abnormality of mice. This though to be due to the active compounds found in steeping kayu ular (Strychnos lucida) which can counteract free radicals due to diabetes mellitus that decreasing spermatozoa abnormalities. Keywords : Diabetes mellitus, Spermatozoa abnormalities, Mice, Kayu ular (Strychnos lucida), Steeping PENDAHULUAN Indonesia saat ini menjadi negara peringkat ketujuh dengan jumlah penderita DM terbesar di dunia setelah China, India, dan Amerika. Total penderita DM di Indonesia berdasarkan data WHO, saat ini terdapat sekitar 8 juta jiwa, dan diperkirakan jumlahnya melebihi 21 juta jiwa pada tahun 2025 mendatang [1]. Tidak hanya usia diatas 50 tahun yang rentan terserang, kelompok usia produktif sekitar 20-30 tahun, pun rentan terkena DM. Hal ini disebabkan oleh pola hidup yang berubah, karena orang mengkonsumsi berbagai jenis makanan [2]. Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia) sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, ketika organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh [2]. Keadaan hiperglikemia yang berkepanjangan akan menyebabkan peningkatan produksi ROS (Reactive Oxygen Spesies) oleh mitokondria, yang menyebabkan kerusakan pada membran mitokondria sehingga fungsi potensial membran mitokondria hilang dan menginduksi apostosis sel sperma [3]. Penelitian lain mengungkapkan dampak buruk penyakit diabetes terhadap fertilitas dan umumnya penderita diabetes mengalami gangguan fungsi seksual karena kadar hormon testosteron yang rendah. Rendahnya hormon testosteron menyebabkan menurunnya rasa ketertarikan, hilangnya libido, penurunan aktifitas seksual serta mempengaruhi terjadinya ereksi [4]. Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional adalah kayu ular yang mempunyai nama ilmiah Strychnos lucida. Senyawa kimia yang terkandung dalam kayu ular berupa alkaloida (brusina, striknina), tannin, saponin (triterpenoid/steroid), flavonoid [5].