Prosiding Seminar Nasional KSP2K II, 1 (2) : 214 - 227 214 AKTIVITAS BIOLOGI DARI SENYAWA TERPENOIDS SOFT CORAL GENUS SINULARIA sp M. Janib Achmad dan Nebuchadnezzar Akbar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Ternate Email : mjachmad@yahoo.com ABSTRAK The soft coral genus Sinularia is one of the most widely distributed soft corals. It constitutes a dominant portion of the biomass in the tropical reef environment. Sinularia elaborates a rich harvest of secondary metabolites including sesquiterpenes, diterpenes, polyhydroxylated steroids, and polyamine compounds. These metabolites were recently shown to possess a range of biological activities such as antimicrobial, anti-inflammatory, and cytotoxic activities. During the past decade, Sinularia has yielded many new structures with novel skeletons. Several of the previously published secondary metabolites have been reexamined for their pharmacological properties, and the results strongly support further investigations. The current article reviews the terpenoids of the soft coral genus Sinularia and their pharmacological significance. Keywords: Marine natural products, Soft corals,, Octocorals, Sinularia, Bioactive terpenes, Terpenoids. I. PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun terakhir, bioprospeksi dari organisme laut telah menjadi topik yang populer untuk diteliti (Karte, 1996; Kamel dan Slattery, 2005). Studi tentang produk kimia alam laut dimulai pada tahun 1960 pada saat konferensi biokimia dan farmakologi organisme laut oleh Akademi Ilmu Pengetahuan New York. Pada tahun 1978, Scheuer (1978) dan Faulkner (2002) memberikan penelitian rinci tentang kimia dan biologi produk alami laut karena memiliki peran sentral dalam bidang farmakologi. Organisme laut yang kaya metabolik sekunder diantaranya sponge, soft coral, moluska, algae dan echinodermata (Edrada, 2000; Yamada dan Higuchi, 2001; Bhakuni dan Rawat, 200). Banyak literatur yang melaporkan bahwa organisme laut memiliki struktur kimia yang unik dan memperlihatkan aktifitas biologi yang menarik seperti: sitotoksik, antitumor, antibacterial, anticancer, antiiflamatory, cardiac vosarelaxan dan antiinflamatory (Yamada dan Higuchi, 2001; Bhakuni dan Rawat, 2005; Faturosso, Adriana, Taglelatela, Achmad, Giorgio, dan Carlo, 2008). Kandungan metabolik sekunder yang paling banyak pada organisme laut adalah; terpenoids, steroid, alkaloid dan flavonoid (Pietra, 2002; Sung, Gwo, Fan, Li, Dong, Ha, Wu dan Fang, 2002; Faturoso et al. 2008). Salah satu organisme laut yang kaya akan metabolik sekunder adalah soft coral (Mayer,1999; Munro et al, 1987; Faulkner, 2000). Banyak dilaporkan bahwa soft coral potensial sebagai penghasil produk alami laut yang dapat berguna dalam industri farmasi (Bayer, 1981; Bayer dan Grasshoff, 1994; Pietra Fransisco, 2002; Yamada et al, 2001). Kandungan senyawa kimia terpenoids banyak ditemukan pada family Gorgonacea, Xeniidae dan family alcenocea (Weiheimer & Spraggins, 1969, Bhakuni dan Rawat, 2005, Faturoso et al 2008). Adapun tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji kandungan terpenoid pada Sinularia sp yang memiliki aktivitas biologi yang dapat diaplikasikan dalam biomedis, dan juga untuk melihat prospeksi penelitian soft coral di masa depan.