Journal Evaluation in Education (JEE) Vol. 1, No. 4, Oktober 2020, pp. 131~135 ISSN: 2716-4160, DOI: 10.37251/jee.v1i4.148 131 Journal homepage: http://cahaya-ic.com/index.php/JEE Sikap Siswa di SMPN 49 Muaro Jambi Berdasarkan Indikator Ketertarikan Berkarir di Bidang IPA, Sikap terhadap Penyelidikan dalam IPA dan Adopsi dari Sikap Ilmiah Muhammad Sofyan Zain 1 , Eko Wijayanto 2 1 Pendidikan Fisika, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia 2 SMPN 49 Kabupaten Muara Jambi, Jamni, Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Received Jun 20, 2020 Revised Ags 12, 2020 Accepted Sep 15, 2020 Tujuan penelitian: Variabel yang peneliti ingin telti yaitu adalah variabel sikap terdiri dari 3 indikator yaitu Sikap Terhadap Penyelidikan Dalam IPA, Adopsi Dari Sikap Ilmiah dan Ketertarikan Berkarir di Bidang IPA. Metodologi: Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 49 Muaro Jambi, dengan jumlah sampel sebanyak 24 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian survei. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah tervalidasi dengan nilai Cronbach alpha dari penelitian. Temuan utama: sikap terhadap penyelidikan dalam IPA yang dilakukan di SMPN 49 Muaro Jambi masih dikategorikan kurang baik dengan persentase memilih pernyataan tidak setuju sebesar 52,2%, adopsi Dari Sikap Ilmiah dikategorikan cukup dengan persentase sebesar 65.2%, dan Ketertarikan berkarir dalam bidang IPA persentase terbesar adalah pada jawaban setuju dengan persentase sebesar 95,7%. Keterbaruan penelitian: Keterbaruan dari penelitian ini yaitu pentingnya identifikasi sikap siswa agar guru mampu membuat suatu inovasi terbaru didalam pembelajaran. Keywords: IPA Sikap Siswa SMP This is an open access article under the CC BY-NC license Corresponding Author: Muhammad Sofyan Zain, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia Email: sofyanzain467@gmail.com 1. PENDAHULUAN Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan saat ini tidak lepas dari peran pendidikan. Untuk menggapai cita-cita yang diinginkan, siswa harus memiliki wawasan dan ilmu yang didapat dari bimbingan guru [1]. Bimbingan guru merupakan satu hal penting dalam suatu sistem pendidikan. Tanpa adanya guru sebagai fasilitator ilmu pengetahuan siswa, tidak mungkin siswa dapat mengembangkan potensinya dalam beberapa bidang yang ada di sekolah. Oleh karena itu sangat penting untuk meningkatkan kualitas tenaga kependidikan [2]. Selain itu untuk meningkatkan sistem pendidikan perlu kurikulum yang sesuai [3]. Dari pemaparan tadi lebih tepat bila kurikulum dan tenaga pendidik membentuk membentuk wawasan siswa mengarah kepada pembentukan sikap. Karena sikap merupakan tingkah laku yang bersumber dari perasaan menyukai atau tidak menyukai sesuatu [4, 5]. Sikap seseorang merupakan suatu kebiasaan yang ada sejak kecil, bukan sejak dilahirkan melainkan hadir dari sebuah proses. Hadirnya pendidikan diharapkan dapat mengubah kebiasaan peserta didik dari yang tidak baik menjadi lebih baik.