Agriprima Journal of Applied Agricultural Sciences Maret, 2021 Online version : https://agriprima.polije.ac.id Vol. 5, No. 1, Hal. 61-67 P-ISSN : 2549-2934 | E-ISSN : 2549-2942 DOI: 10.25047/agriprima.v5i1.380 Publisher : Politeknik Negeri Jember 61 Induksi Kalus Morfogenik dan Regenerasi Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) secara In Vitro Induction of Morphogenic Callus and In Vitro Regeneration of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Author(s): Sitti Inderiati (1) *; Yanti (1) ; Eka Ria Mentari (1) (1) Politeknik Pertanian Negeri Pangkep * Corresponding author: sitti.inderiati@gmail.com Submitted: 11 Aug 2020 Accepted: 08 Oct 2020 Published: 31 Maret 2021 ABSTRAK Propagasi in vitro merupakan cara memperoleh tanaman baru yang sehat secara cepat dan massal, Percobaan in vitro dilaksanakan untuk menginduksi kalus morfogenik dan regenerasi dari varietas tebu domestik. Bagian terdalam gulungan daun tebu digunakan sebagai eksplan dan diinkubasi pada medium MS yang dimodifikasi dan dilengkapi dengan 2,4-D pada konsentrasi 1 mg/L, 2.5 mg/L, dan 5 mg/L untuk menginduksi pembentukan kalus. Kalus yang terbentuk di medium induksi selanjutnya dipindahkan ke medium MS yang diperkaya dengan zat pengatur tumbuh untuk inisiasi dan perbanyakan tunas. Persentase pembentukan kalus tertinggi dicapai pada penggunaan medium yang mengandung 2.5 mg/L 2,4-D dan maksimal proliferasi kalus morfogenik diperoleh setelah subkultur ketiga. Dua tipe kalus yang terbentuk pada medium induksi yaitu berstruktur kering, remah dan struktur halus kompak. Jenis kalus yang morfogenik tersebut berwarna putih dan putih kekuningan serta mudah terpisah-pisah. Hasil proliferasi tunas dari kalus tertinggi diperoleh pada medium MS dengan kombinasi hormon tumbuh 2 mg/L Kinetin + 1 mg/L IAA dan tidak ada pertumbuhan tunas pada medium yang ditambahkan zat pengatur tumbuh tunggal, yaitu Kinetin. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa hormon tumbuh jenis sitokinin yang dikombinasi dengan auksin sangat dibutuhkan untuk regenerasi kalus tebu secara in vitro. Kata Kunci: In vitro; kalus; regenerasi; tebu. Keywords: Callus; In vitro; Regeneration; Sugarcane. ABSTRACT In vitro propagation is a method to produce massive healthy new planting materials quickly. An experiment was carried out for morphogenic callus induction and regeneration of a domestic sugarcane variety. The Explants used was an inert folded leaf and incubated on modified MS medium augmented with 1 mg/L, 2.5 mg/L, and 5 mg/L of 2,4-D for callus induction. The leaf calluses were subcultured on MS medium enriched with different growth regulators for shoot initiation and multiplication. The highest percentage of callus formation was achieved in the medium containing 2.5 mg/L of 2,4-D, while the fastest callus initiation was noticed in MS medium supplemented with 5 mg/L 2,4-D, and maximum proliferation and morphogenic respond of callus were obtained in 3rd subculture. Two types of callus observed on the induction medium were dry nodular friable and smooth compact. This highly morphogenic callus was white to white creamy in color and easy to separate. The highest shoot proliferation rate was found on the medium containing 2 mg/L Kinetin + 1 mg/L IAA and none growth was noticed on medium containing Kinetin alone. Therefore, the study suggests that the growth hormone of cytokinin in combination with auxin is necessary for in vitro regeneration of sugarcane callus culture.