1 Urgensi Bimbingan Karier di Perguruan Tinggi Untuk membantu Kesiapan mahasiwa Tahun Akhir Memasuki Dunia Kerja Hermi Pasmawati* Abstract The final year students are individuals who are in transition from career stages or stages, namely the transition from the pre-occupation to the occupation stage, or starting from the period of education to the working period. This stage includes a difficult period, after the pre- or post-occupation period, because this period or period is faced with real phenomena. For this reason, students need to be equipped with insight, understanding and difficulty to enter the workforce starting from the stage, knowledge of job information and making decisions on the fields of work to be occupied, to the readiness of self-adjustment to ethics and work culture and self-development after work. doing this can be done with guidance that can be implemented with a variety of services and counseling, namely through information services, information, individual counseling services and group guidance services. Keyword : career guidance, readiness to world of work Pendahuluan Bimbingan karier di perguruan tinggi merupakan salah satu poin penting yang menjadi kreteria penilaian akreditasi perguruan tinggi, poin ini tertuang di bagian Standar tiga tentang mahasiswa dan lulusan, pada poin 3.2 jenis layanan pada mahasiswa, yang salah satunya adalah bimbingan karier. Di samping itu setiap perguruan tinggi idealnya memang harus memiliki pusat informasi karier atau Carier Centre bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa bisa mengakses informasi sistem requirement, kompetensi yang harus dipersiapkan dan dibutuhkan oleh bidang pekerjaan, dan mendapatkan bimbingan terkait pilihan dan keputusan karier yang akan diambil setelah lulus atau setelah menyelesaikan studi. Selanjutnya dengan munculnya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dimana setiap program studi harus menghasilkan learning outcomes atau profil lulusan yang jelas atau adanya relevansi antara latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang dijalani (Relevancy of Jobs). Tujuan ini tentu akan terwujud dengan baik jika program studi menyiapkan kompetensi lulusan dengan baik, artinya persiapan dilakukan tidak hanya dari kompetensi bidang saja, namun kompetensi dasar yang merupakan persyaratan bagi calon lulusan untuk dapat diterima pada pekerjaan tertentu. Kompetensi ini merupakan standar bagi *Penulis adalah Dosen Jurusan Dakwah IAIN Bengkulu Syi’ar Vol. 18 No. 1 Januari-Juni 2018