20 UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK METANOL UMBI BIT (Beta vulgaris L. var. rubra L.) TERHADAP CELL LINE T47D Elya Zulfa 1) , Sri Susilowati 1) , Aqnes Budiarti 1) 1) Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim Semarang INTISARI Kegagalan terapi kanker payudara akibat resistensi sel telah mendorong usaha pengembangan obat anti kanker termasuk dari bahan alam. Beberapa penelitian menyimpulkan tentang adanya aktivitas antioksidan dan antikanker dari umbi bit (Beta vulgaris L. var. rubra L.) terkait dengan kandungan betasianin dan betasantin yang merupakan golongan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak metanol umbi bit (Beta vulgaris L. var. rubra L.) pada cell line T47D yang merupakan salah satu jenis sel kanker payudara. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap uji, yaitu determinasi tanaman, pembuatan ekstraksi metanol, preparasi sel, panen sel, dan uji sitotoksisitas. Ekstraksi umbi bit dilakukan dengan metode maserasi menggunakan metanol 70%. Uji sitotoksisitas pada cell line T47D dilakukan dengan MTT assay menggunakan lima peringkat kadar yaitu 500, 250, 125, 62,5, dan 31,25 μg/ml. Analisis data menggunakan analisis probit. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol umbi bit tidak memiliki aktivitas sitotoksik terhadap cell line T47D. Hal ini ditunjukkan bahwa pada 5 seri konsentrasi ekstrak metanol umbi bit yang diujikan memiliki % kehidupan sel lebih dari 100%. Kata kunci: Umbi bit, Beta vulgaris L. var. rubra L, Cell line T47D, Sitotoksisitas, Flavonoid. ABSTRACT Therapy failure of breast cancer as a consequence of cell resistention has encouraged the effort to develop a cancer medicine including herbal medicine. Based on some research, it can be concluded that there is antioxydant and anticancer activity from beetroot involved with betasianin and betasantin substance that belong to flavonoid compound. The purpose of this research was to find the effect cytotoxic of methanolic extract of beetroot (Beta vulgaris L. var. rubra L.) on cell line T47D which was a breast cancer cell. This research was conducted on several experiment step namely plant determination, cell preparation, cell harvest, methanolic extraction, and cytotoxic test. The extraction of beetroot is conducted by maceration method using methanol 70 %. Cytotoxic test on cell line T47D is conducted by MTT assay using five concentration ceries were 500, 250, 125, 62,5 and 31,25 ug/ml. Data analysis uses probit analysis. Research result shows that methanolic extract of beetroot there was no cytotoxic activity on cell line T47D. It shows that five consentration series methanolic extraction of beetroot have % cell viability more than 100%. Keyword: Beetroot, Beta vulgaris L. var. rubra L, Cell line T47D, Cytotoxic, Flavonoid. PENDAHULUAN Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang menyerang wanita Indonesia. Meningkatnya angka kejadian kanker di Indonesia sesuai dengan laporan World Health Organization (WHO) yang memperlihatkan bahwa kanker payudara masih menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim dan menyebabkan ± 502.000 kematian per tahun (Riyasa, 2001). Pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi dengan hormon atau dengan terapi antibodi monoklonal merupakan cara pengobatan kanker yang telah dilakukan (Dolinsky, 2002). Namun pengobatan yang telah ada tidak selalu berhasil dan cenderung menimbulkan efek samping toksik pada jaringan normal serta resistensi sel kanker (Tyagi et al., 2004). Eksplorasi tanaman