JURNAL Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol.7 No.1 Juli 2021 1-10 KANDUNGAN POLUTAN DAUN PADA POHON-POHON DI ARBORETUM UPT LSHK UNIVERSITAS MULAWARMAN Leaf Pollutant Content on Trees in the UPT LSHK Arboretum, Mulawarman University Oleh: Helsa Yuliana, Karyati, Muhammad Syafrudin Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Kampus Gunung Kelua, Jalan Ki Hajar Dewantara, PO Box 1013, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, 75119 Telp. (0541) 735089,749068 Fax. 735379 helsayulianaca@gmail.com; karyati@fahutan.unmul.ac.id Diterima 02-01-2021, direvisi 30-04-2021, disetujui 09-06-2021 ABSTRAK Pencemaran udara ditandai dengan keberadaan zat-zat yang mestinya bukan merupakan bagian dari atmosfer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan polutan daun pohon-pohon di Arboretum UPT LSHK Universitas Mulawarman dalam menyerap besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), dan timbal (Pb). Manfaat penelitian ini adalah sebagai sumber informasi untuk mengetahui jenis-jenis pohon hutan kota yang dapat menyerap polutan daun dalam bentuk logam berat paling tinggi dan menyediakan data pendukung serta rekomendasi kebijakan pengurangan polusi udara di Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah metode destruksi basah dengan metode analisis Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) yang memiliki sensitivitas tinggi, mudah, murah, dan cepat. Sampel pada uji analisis logam berat menggunakan sampel daun dari sepuluh jenis dominan di Arboretum UPT LSHK Universitas Mulawarman dengan empat parameter logam berat yakni besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), dan timbal (Pb). Penelitian ini dilaksanakan di Arboretum UPT LSHK Universitas Mulawarman yang terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas sekitar ± 10 Ha. Hasil penelitian ini menunjukkan daun yang paling tinggi dalam menyerap besi (Fe) adalah jenis Karet (Hevea brasiliensis) sebesar 207 mg/kg dan daun yang paling tinggi dalam menyerap mangan (Mn) adalah jenis Meranti Sarang Punai (Shorea parvifolia) sebesar 1.150 mg/kg. Daun yang paling tinggi menyerap tembaga (Cu) dan timbal (Pb) tidak dapat diketahui karena nilai serapan setiap sampel daun yang relatif sangat rendah dan keterbatasan alat dalam mendeteksi hasil analisis atau keterbatasan Method Detection Level (MDL). Kata kunci: Hutan kota, logam berat, polutan daun, SSA ABSTRACT Air pollution is characterized by the presence of substances that are not part of the atmosphere. The purpose of this study was to analyze the content of leaf pollutants on trees in the UPT LSHK Arboretum of Mulawarman University in absorbing iron (Fe), manganese (Mn), copper (Cu), and lead (Pb). This research is expected to provide information on urban forest tree species that can highly absorb heavy leaf pollutants and to provide supporting data and policy recommendations for reducing air pollution in Samarinda City. This study usedwet digestion method using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) analysis which has high sensitivity, user friendlyy, inexpensive, and fast. The leaf samples for heavy metal analysis were from ten dominant species in the Arboretum of the UPT LSHK Mulawarman University.The analysis includes four heavy metalsnamely iron (Fe), manganese (Mn), copper (Cu), and lead (Pb). This research was conducted at the UPT LSHK Arboretum, Mulawarman University, located at Jalan Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua Village, Samarinda Ulu District, Samarinda City, East Kalimantan Province with the area of approximately ± 10 hectares. The results of this study showed that leaf with the highest capacityin absorbing iron (Fe) was Karet (Hevea brasiliensis) at 207 mg/kg and leaf with the highest capacity in absorbing manganese (Mn) was Meranti Sarang Punai (Shorea parvifolia) at 1,150 mg/kg. Meanwhile, we could not identify leaves with the highest capacity in absorbing copper (Cu) and lead (Pb) because the absorption value of each leaf sample is relatively very low and the limited Method Detection Level (MDL). Keywords: Urban forest, heavy metals, leaf pollutants, SSA http://doi.org/10.20886/jped.2021.7.1.1-10