TRANSFORMASI PENDIDIKAN ABAD 21 UNTUK MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN DASAR BERMUTU DAN BERKARAKTER | 901 Tersedia secara online ISBN: 978-602-71836-6-7 PENDEKATAN SAVI TERHADAP KEAKTIFAN BERTANYA DAN MENGEMUKAKAN IDE SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Reni Lolotandung 1 , Ruminiati 2 , A. Rosyid Al Atok 2 1 Mahasiswa S2 Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang 2 Dosen Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang E-mail: renilolotandung@gmail.com ABSTRAK Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan atau mempengaruhi perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi siswa. Terdapat beragam aktivitas yang dapat dilakukan siswa dalam kegiatan pembelajaran, yang menjadi indikator evaluasi keaktifan siswa, di antaranya keaktifan dalam mengemukakan pertanyaan dan mengemukakan ide. Keduanya menunjukkan aktivitas lisan (oral) yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran yang ditunjukkan oleh kegiatan siswa mengemukakan pertanyaan dan ide tentang materi yang sedang dipelajarinya. Kedua aktivitas tersebut sangat penting dalam proses belajar siswa, sehingga guru harus mendorong agar siswa aktif bertanya dan melatih mengemukakan ide-idenya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mewujudkannya adalah dengan menerapkan pendekatan SAVI. Pendekatan SAVI memberi kesempatan pada siswa untuk belajar melalui aktivitas fisik, mendengar dan berbicara, mengamati, serta memecahkan masalah. SAVI merupakan pendekatan belajar berdasarkan aktivitas, artinya siswa dilatih untuk bergerak aktif secara fisik dan mental ketika belajar, dengan memanfaatkan indera sebanyak mungkin dan membuat seluruh tubuh atau pikiran terlibat dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan SAVI, maka siswa semakin aktif dalam kegiatan pembelajaran, termasuk aktif dalam mengemukakan pertanyaan dan ide. Kata kunci: SAVI, keaktifan bertanya, mengemukakan ide PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses yang rumit karena tidak hanya proses transfer informasi guru kepada siswa, tetapi juga melibatkan berbagai tindakan dan kegiatan yang harus dilakukan dengan tujuan agar siswa mampu memahami konsep yang sedang dipelajari. Oleh karena itu, setiap guru pasti memerlukan suatu pendekatan yang dijadikannya sebagai pedoman untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar di kelas. Menurut Nurhayati, dkk. (2014:2) bahwa pendekatan belajar adalah cara-cara yang dilakukan guru untuk mengusahakan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan optimal dan bermakna bagi para siswa. Kegiatan pembelajaran saat ini siswa cenderung kurang didorong untuk dapat mengembangkan sendiri ide/ kemampuan berpikirnya, melainkan diarahkan kepada kemampuan untuk menghafal berbagai materi atau informasi yang dijelaskan guru. Otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun materi atau informasi tanpa diberi kesempatan yang cukup untuk memahami informasi yang diingatnya, untuk menghubungkannya dengan ihwal kehidupan sehari-hari. Hal tersebut sejalan Prosiding TEP & PDs Transformasi Pendidikan Abad 21 Tema: 6 Nomor: 43 Bulan Mei Tahun 2017 Halaman: 901 - 907 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Graduate School Conferences, Universitas Negeri Malang