Evaluasi dan Identifikasi Marka Penanda Gen Ketahanan
Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Padi Lokal
Sulawesi Selatan
(Evaluation and Identification of Bacterial Leaf Blight Disease
Resistance Gene Marker on South Sulawesi Local Rice)
Siti Yuriyah
1
*, Siti Nurani
2
, Dwinita W. Utami
1
, dan Tiur S. Silitonga
1
1
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111 Indonesia
Telp. (0251) 8337975; Faks. (0251) 8338820; *E-mail: sitiyur@yahoo.co.id
2
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jalan Raya Jakarta Km. 4, Pakupatan, Serang 42118 Indonesia
Diajukan: 8 Desember 2015; Direvisi: 22 Februari 2016; Diterima: 29 April 2016
ABSTRACT
One of the limiting factors on rice production, especially in South Sulawesi, is the bacterial leaf blight (BLB) disease infection
caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). The use of resistant variety is considered as the most effective method to
control Xoo. Local cultivar could serve as resistance source for Xoo resistance. The objectives of this research were to
evaluate and identify markers for Xoo resistance in rice local cultivars from South Sulawesi based on comparison with the
resistance response of the differential varieties and association analysis between resistance phenotype and genotype of
molecular markers. Three Xoo races (race III, IV, and VIII) were tested on IRBB differential lines and local cultivars. The
genotype analysis was done by using the molecular marker linked to Xoo resistance. Meanwhile, the association analysis was
done by combination analysis (U-joint) using generalized linear model (GLM). The resistance test result showed that single
gene isogenic lines (IRBB 5, IRBB 7, and IRBB 21), multiple genes isogenic lines (IRBB 50, IRBB 52, IRBB 53, IRBB 54, IRBB 56,
IRBB 58, IRBB 64, and IRBB 66), and Ase Andele accession were resistant to the three Xoo races. Association test obtained one
significant marker that associated with the resistance to race III (marker Xa26-STS2), four markers significantly associated with
the resistance to race IV (Xa1-STS15, Xa4-STS44, xa13-STS51, and Xa21-STS6), and two markers significantly associated with
the resistance to race VIII (Xa7-STS57 and RM 20589).
Keywords: Resistance gene, bacterial leaf blight, germplasm.
ABSTRAK
Salah satu faktor pembatas produksi padi, di Sulawesi Selatan khususnya, adalah serangan penyakit hawar daun bakteri
(HDB) yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Upaya yang dipandang efektif untuk mengendalikan
penyakit HDB adalah penanaman varietas tahan. Perakitan varietas padi dengan menggunakan gen-gen tahan dari berbagai
kultivar berpeluang menghasilkan varietas tahan HDB. Kultivar lokal berperan sebagai salah satu sumber keragaman genetik
untuk beberapa sifat ketahanan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengidentifikasi marka penanda gen
ketahanan penyakit hawar daun bakteri pada padi lokal Sulawesi Selatan berdasarkan sistem standar diferensial dan analisis
molekuler. Analisis uji ketahanan fenotipe dilakukan menggunakan tiga ras HDB (ras III, IV, dan VIII) dan galur diferensial
(galur IRBB). Analisis genotipe dilakukan menggunakan marka molekuler terkait ketahanan terhadap HDB yang ditampilkan
sebagai dendrogram keragaman. Analisis asosiasi dilakukan dengan analisis gabungan (U-joint) menggunakan generalized
linear model (GLM). Hasil pengujian ketahanan menunjukkan galur isogenik dengan gen tunggal (IRBB 5, IRBB 7, dan IRBB
21), galur isogenik dengan multipel gen (IRBB 50, IRBB 52, IRBB 53, IRBB 54, IRBB 56, IRBB 58, IRBB 64, dan IRBB 66), dan
aksesi Ase Andele bersifat tahan terhadap ketiga ras uji. Dari uji asosiasi, diperoleh satu marka signifikan yang berasosiasi
dengan ketahanan terhadap ras III (Xa26-STS2), empat marka signifikan berasosiasi dengan ketahanan terhadap ras IV (Xa1-
STS15, Xa4-STS44, xa13-STS51, dan Xa21-STS6), dan dua marka signifikan berasosiasi dengan ketahanan terhadap ras VIII
(Xa7-STS57 dan RM 20589).
Kata kunci: Gen ketahanan, hawar daun bakteri, plasma nutfah.
Hak Cipta © 2016, BB Biogen
Jurnal AgroBiogen 12(1):11–20