JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, Vol. 6, No. 2, 2021 | h. 125-140 Mohammad Muslih (1), Ryan Arief Rahman (2), Amir Reza Kusuma (3), Abdul Rohman (4), Adib Fattah Suntoro (4) | p-issn 2541-352x e-issn 2714-9420 125 Mengurai Disrupsi Paham Keislaman Indonesia Dalam Perspektif Tipologi Epistimologi Abid Al- Jabiri Mohammad Muslih (1), Ryan Arief Rahman (2), Amir Reza Kusuma (3), Abdul Rohman (4), Adib Fattah Suntoro (4) Universitas Darussalam Gontor Email: muslih@unida.gontor.ac.id , ryanariefrahman@unida.gontor.ac.id,amirrezakusuma@mhs.unida.gontor.ac.id abdulrohman@mhs.unida.gontor.ac.id , adibsuntoro42001@mhs.unida.gontor.ac.id Abstrak Diskursus pemahaman keagamaan masyarakat Indonesia masa kini menjadi perhatian sebagian tokoh dan cendekiawan belahan dunia. Pemahaman dan perbuatan yang dilakukan oleh sebagian umat Muslim tidak mencerminkan universalitas dan “rahmatan” ajaran Islam. Ada sebagian kaum muslimin yang sangat tekstualis dalam memahami dan mengamalkan Islam, ada pula yang liberal sekuler. Maka dalam menghadapi problem tersebut, peneliti ingin mengurainya berdasarkan tipologi epistimologi Abid al-Jabiri yaitu epistimologi bayani, Burhani dan Irfani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Ketiga tipologi epistimologi tersebut dapat dijadikan sebagai metode dan dasar dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan menjaga nilai Rahmatan dan Univeralitasnya. Penggunaan tipologi epistimologi Abid al-Jabiri dalam memahami dan mengamalkan Islam juga dapat menjadikan umat Islam sebagai umat yang berpegang teguh terhadap nushus (teks), antusias mencari kemaslahatan segala realitas, dan responsif terhadap segala tantangan/perubahan zaman. Kata kunci: Abid al-Jabiri, Disrupsi, Epistimologi Abstract The discourse of religious understanding in Indonesia today is a concern of some Indonesian figures and scholars and a wide part of the world. The understanding and deeds of some Muslims do not reflect the universality and "rahmatan" of Islamic teachings. There are some Muslims who are very textual and radical in understanding and practicing Islam, some are secular. So in the face of this problem, researchers wanted to parse it based on abid al-Jabiri's epistemology, namely epistemology bayani, Burhani and Irfani. This study uses the descriptive-analysis method. The three