E. Saragih & E.I.N Timo, Kajian Teologis Mengenai Praktik Okultisme dan Pelayanan Pelepasan…. 47 Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Volume 4, Nomor 1, Januari 2020: 47-63 ISSN 2548-7558 (Online) 2548-7868 (Cetak) KAJIAN TEOLOGIS MENGENAI PRAKTIK OKULTISME DAN PELAYANAN PELEPASAN BAGI MAHASISWA Elfrida Saragih, Ebenhaizer I Nuban Timo Faculty of Theology, Satya Wacana Christian University, Salatiga-Indonesia Email: elfrida.saragih@gmail.com, ebenhur65@yahoo.co.id ABSTRACT: Types of occultism practices in the society were trusting in the spirit of the dead, a talisman which was considered to have the power to keep the body, and the science of strength given by the ancestors to offspring. So that made offspring suffer from frequent manifestations and was possessed by an evil spirit. This article examines that issues. Theory about the exorcist services by Graham H. Twelftree the theoretical frame observe carefully these problems. Methods of this research was the direct involvment method by viewing, serving and interviewing the people who involved in the power of the occult. This research was conducted in STT Abdi Sabda Medan. Three things that invited by researcher are first, which causes people involved with occultism practices. Secondly, due both to the occult practices and to their descendants who are having a negative impact, they often encounter manifestations of evil spirits also stressed physically, psychologically and spiritually. Third, efforts to heal and cure that people from the occult is exorcist services. Keywords: Occultism, exorcist services, Manifestation, the Spirit of Evil ABSTRAK: Okultisme adalah kepercayaan mengenai kuasa-kuasa gelap yaitu kekuatan gaib di luar kekuatan Tuhan.Jenis praktik okultisme yang terdapat pada masyarakat ialah kepercayaan terhadap roh orang mati, jimat yang dianggap memiliki kesaktian untuk menjaga badan, dan ilmu kekebalan yang diberikan oleh nenek moyang kepada keturunannya, sehingga membuat keturunannya menderita karena sering manifestasi dan dirasuki oleh roh-roh jahat. Artikel ini mengkaji persoalan tadi.Teori mengenai pelayanan eksorsis oleh Graham H.Twelftree dalam bingkai teoritis meneropong permasalahan tersebut.Metode penelitian yang penulis lakukan untuk menulis artikel ini adalah keterlibatan langsung melihat, melayani dan interview kepada mereka yang terlibat kuasa okultisme. Penelitian ini dilakukan di STT Abdi sabda Medan, Tiga hal yang menjadi temuan penelitian: Pertama, yang menyebabkan orang terlibat dengan praktik okultisme adalah karena diturunkan oleh nenek moyang yang melakukan praktik okultisme. Kedua, akibat praktik okultisme baik terhadap orang yang melakukan dan terhadap keturunannya adalah memiliki dampak negatif, mereka akan sering mengalami manifestasi roh-roh jahat juga tertekan secara fisik, psikologis dan secara rohani. Ketiga, Upaya yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan dan memulihkan seseorang agar terlepas dari kuasa okultisme adalah melalui pelayanan eksorsis. Keywords: Okultisme, Pelayanan Pelepasan, Manifestasi, Roh Jahat PENDAHULUAN Dalam praktiknya, okultisme yaitu praktik- praktik yang dilakukan denganrahasia dan latar belakang di luar logika manusia dengan peristiwa yang gaib dan aneh. Pelaku okultisme mengarah kepada sebuah hasrat untuk memiliki atau mengua- sai atau menginginkan sesuatu atau juga merupakan praktik akibat takut terhadap sesuatu kutukan sehingga melakukan tindakan okultisme. Banyak tindakan olkultisme yang kesemuanya ini pada umumnya adalah warisan dari nenek moyang turun- temurun. Jika ditanya kenapa timbul kepercayaan terhadap kuasa kegelapan atau okultisme di ka- langan masyarakat sekarang? Hal ini memiliki hubungan dengan kepercayaan akan okultisme itu di kalangan masyarakat suku primitif (manusia pada zaman sebelum sekarang). Jenis praktik okultisme yang terdapat pada masyarakat sekarang ini ialah spiritisme, ilmu ramal atau tenung, ilmu sihir/magi, ilmu hitam (black