Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5, No. (2) November 2019 Halaman 1 ISSN (Print) 2442-787X. ISSN (Online) 2579-8979 STRATEGI PENGAJARAN SASTRA 1 Muhamad Syarifudin, 2 Nursalim. Program Magister PGMI UIN Sultan Syarif Kasim Riau 085278943783 muhamadsyarifudin8228@gmail.com Abstrak Pada saat ini kondisi pembelajaran sastra di sekolah dasar masih mengecewakan. Siswa di sekolah menganggap bahwa bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang mudah dan tidak perlu dipelajari secara serius. Hal inilah yang menyebabkan pelajaran sastra kurang diminati oleh siswa dan siswa lebih tertarik pada pelajaran yang mengarah ke olimpiade. Jika dilihat seksama pembelajaran sastra menimbulkan dampak positif bagi siswa diantaranya dalam upaya pengembangan rasa, cipta, dan karsa. Sebab, fungsi utama dari pembelajaran sastra adalah sebagai penghalus budi, dapat meningkatkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, menumbuhkembangkan apresiasi budaya, dan menyalurkan gagasan, ide, imajinasi dan ekspresi secara kreatif. Di sekolah saat ini porsi pelajaran bahasa lebih banyak jika dibandingkan dengan porsi pengajaran sastra. Pada umumnya porsi pelajaran sastra hanya berkisar 15% dari pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini jelas akan menghambat keberhasilan pembelajaran sastra di sekolah. Strategi yang dibutuhkan untuk meningkatkan minat siswa dalam mempelajari sastra diantaranya diperlukan peran guru yang mempunyai pengetahuan sastra yang baik, seperti seorang sastrawan sehingga makna sastra itu dapat tersalurkan dengan baik kepada siswa. Selain itu, model pembelajaran konvensional harus ditinggalkan dan diganti dengan metode BKAS (Bimbingan Kritik dan Apresiasi Sastra) yang menggunakan jalur 5-M, yaitu menyimak, membaca, melisankan, menulis dan menjawab persoalan. Kata Kunci: bahasa, sastra, strategi pembelajaran Abstract At present the condition of learning literature in elementary schools is still disappointing. Students at school assume that Indonesian is easy and does not need to be seriously studied. This is what causes literature to be less attractive to students and students are more interested in the lessons that lead to the Olympics. When viewed carefully the learning of literature has a positive impact on students, including in efforts to develop feelings, creativity, and intention. Because, the main function of literature is as a refiner, increasing humanity and social care, developing cultural appreciation, and channeling ideas, imagination and expression creatively and constructively. At this time the school portion of language learning is more than the portion of teaching literature. In general, the portion of literature is only around 15% of Indonesian language lessons. This will clearly hinder the success of literary learning in school. The strategies needed to increase student interest in studying literature include the role of teachers who have good literary knowledge, such as a writer, so that the literary meaning can be channeled well to students. In addition, conventional learning models must be abandoned and replaced with the BKAS (Literary Criticism and Appreciation Guidance) method that uses path 5-M, which is listening, reading, expressing, writing and answering problems. Keywords: language, literature and learning strategies CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by E-Journal Universitas Islam Darul Ulum Lamongan