digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id 2666 ISLAM PURITAN VIS A VIS TRADISI LOKAL: MENEROPONG MODEL RESOLUSI KONFLIK MAJELIS TAFSIR AL-QUR’AN DAN NAHDLATUL ULAMA DI KABUPATEN PURWOREJO Ahmad Asroni A. Pendahuluan Gerakan purifikasi (pemurnian) Islam merupakan fenomena yang terus ada dalam sejarah peradaban Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia. Semangat untuk kembali pada doktrin otentik dan fundamental mengantarkan gerakan puritan Islam pada perbenturan dengan tradisi lokal yang dipandang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Interaksi yang terbangun antara Islam puritan dengan tradisi lokal lebih sering mengarah pada relasi konflik maupun pergesekan. Hal ini disebabkan karena masing masing pihak, baik gerakan puritan Islam maupun tradisi lokal, memiliki kecenderungan konservatif yaitu melindungi, menjaga dan melestarikan nilainilai (values) masing masing. Tradisi lokal, dalam hal ini adalah budaya Jawa, masih memiliki posisi tawar yang cukup kuat meskipun terpaan berbagai arus baru terus saja menggerogoti nilai nilai tradisi Jawa yang dianggap adiluhung. Keinginan sebagian masyarakat untuk menjaga tradisi Jawa masih dapat dilihat. Hal ini disebabkan karena nilainilai budaya Jawa yang mendarahdaging dalam masyarakat dianggap telah terbukti mampu membawa manusia pada tata kehidupan yang “selamat”. Tradisi Jawa tidak bisa lepas dari konsep slamet (Keselamatan) sebab dalam nalar orang Jawa hidup di dunia dengan selamat adalah lebih penting dari segalanya. Manusia Jawa tidak menentukan tujuan hidup yang mulukmuluk, yang penting selamat, tidak perlu rakus tapi harus bisa nrimo ing pandum (menerima suratan takdir). 206 Konsep slamet ini adalah ruh tradisi jawa. Menurut Geertz, bagi orang Jawa slamet dimaknai sebagai “tidak ada apaapa” atau tidak terkendala oleh masalah. 207 Semua tradisi, upacara, ritual dan perayaan dalam budaya Jawa senantiasa dimaksudkan untuk memohon keselamatan. Oleh karena itu tradisitradisi tersebut sering disebut sebagai slametan. Tradisi slametan dan konsep konsep budaya yang terkait dengannya, banyak dipengaruhi oleh peradabanperadaban Staf Peneliti Tolerance Institute, Yogyakarta. Alumni Studi Agama dan Resolusi Konflik Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. 206 Suwito N.S., “Slametan dalam Kosmologi Jawa: Proses Akulturasi Islam dengan Budaya Jawa”, Ibda’; Jurnal Studi Islam dan Budaya, Volume 5, Nomor 1 Januari-Juni 2007, hlm. 5. 207 Clifford Geertz, The Religion of Java (Chicago: Chicago University Press, 1976), hlm. 14. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Digital Library of UIN Sunan Ampel