Pharmauho Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Volume 5 Nomor 2 September 2019 p-ISSN: 2442-9791, e-ISSN: 2715-4181 Pharmauho Vol. 5 No. 1, 09/2019, Hal. 17-20 17 Formulasi dan Evaluasi Mikrokapsul Salut Enterik Lansoprazol Menggunakan Acryl-Eze ® & Sureteric dengan Metode Ekstrusi dan Sferonisasi pada Era Jaminan Kesehatan Nasional Rahmat Santoso * , Rahma Ziska, Diana Muzdalifah Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, Jl. Soekarno Hatta No.754, Cipadung Kidul, Panyileukan, Bandung 40164 E-mail: rahmat.santoso@stfb.ac.id Abstrak Ekstrusi dan sferonisasi merupakan kombinasi metode mikroenkapsulasi yang dapat menghasilkan mikrokapsul yang baik. Mikrokapsul dapat digunakan untuk mengontrol pelepasan obat seperti pelepasan enterik. Salah satu obat yang memerlukan pelepasan enterik adalah lansoprazol, karena telah terbukti secara signifikan dapat mengiritasi lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan alat sederhana sebagai ekstruder dan sferoniser, menghindari penggunaan pelarut organik yang toksik serta mendapatkan pelepasan enterik yang baik. Tahap awal yang dilakukan pada penelitian ini adalah ekstrusi 5 formula kemudian dilakukan evaluasi organoleptik dan kadar airnya. Selanjutnya, dilakukan sferonisasi dan evaluasi organoleptik, kadar air, sudut istirahat, laju alir, distribusi ukuran partikel, efisiensi penjeratan zat aktif dan perolehan kembali. Dari 5 formula yang disferonisasi dipilih F5 yang memenuhi persyaratan uji serta dilanjutkan dengan penyalutan enterik menggunakan panci penyalut konvensional yang tidak diperforasi. Penyalut enterik yang digunakan adalah Acryl-eze & Sureteric. Suspensi penyalutan di variasikan dimana F1, F2 dan F3 secara berturut-turut konsentrasi solidnya adalah 15 %, 20 % dan 25 %. Mikrokapsul yang dihasilkan dievaluasi organoleptis, kadar air, kenaikan bobot dan disolusi. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, F1, F2 dan F3 menunjukkan hasil profil disolusi mikrokapsul seluruh formula berbeda signifikan (p<0,05). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan sebagai polimer penyalut acryl-eze & sureteric dan teknologi rancang bangun sederhana sferonisasi dapat digunakan dalam memformulasi mikrokapsul salut enterik lansoprazol dengan pelepasan tertunda. Kata kunci: lansoprazol, ekstrusi, sferonisasi, mikrokapsul 1. Pendahuluan Dewasa ini, pesatnya kemajuan teknologi memberikan imbas terhadap perkembangan obat dan bentuk sediaan baru. Industri farmasi tertarik dengan pengembangan sistem penghantaran obat yang mampu mengoptimalkan efisiensi zat aktif sehingga meningkatkan kinerja obat dalam tubuh serta memberikan efek terapi. Hal yang menjadi trending topic pada pengembangan sistem penghantaran obat baru adalah mikroenkapsulasi pada era jaminan kesehatan nasional. Mikroenkapsulasi didefenisikan sebagai suatu proses dimana polimer lapis tipis dideposisi pada sekeliling bahan padat atau pada tetesan cairan (mikrosfer) yang terbentuk, berukuran beberapa nanometer sampai beberapa ribu nanometer. Istilah mikrokapsul atau mikroenkapsula/ mikropartikulat merupakan terminologi yang digunakan untuk hasil mikroenkapsulasi [1]. Mikroenkapsulasi bertujuan untuk pengubahan bentuk cairan menjadi padat, pengubahan koloid dan sifat permukaan, pencegahan terjadinya reaksi antara zat-zat yang tidak tercampur, pengamanan terhadap zat yang beracun dan merusak, penutupan rasa dan bau yang tidak enak, perlindungan terhadap pengaruh lingkungan, pengontrolan pelepasan obat atau ketersediaan hayati zat aktif yang disalut [1,2] Contoh zat aktif yang perlu dikontrol pelepasannya adalah lansoprazol karena telah terbukti secara signifikan dapat mengiritasi lambung, bila tidak dimodifikasi [3]. Lansoprazole merupakan kelompok obat proton pump inhibitor, meredakan gejala akibat naiknya asam lambung seperti nyeri ulu hati, kesulitan menelan, dan batuk berkepanjangan. Lansoprazole bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh dinding lambung. Lambung menghasilkan asam secara alami untuk mencerna makanan dan membunuh bakteri. Namun asam ini bisa menyebabkan iritasi pada perut. Oleh karena itu mukosa atau lendir pelindung diproduksi untuk melindungi dinding lambung [4]. Lapisan mukosa pelindung ini bisa terganggu pada sebagian orang dan sebagai akibatnya asam lambung mulai melukai dinding lambung hingga menyebabkan terjadinya inflamasi, tukak, dan kondisi- kondisi lainnya. Selain itu, sebagian orang juga bermasalah dengan otot saluran pencernaan yang berfungsi sebagai pintu satu arah untuk masuknya makanan dari kerongkongan ke lambung dan mencegah naiknya