JURNAL BIOLOGI PAPUA ISSN: 2086-3314 Vol 10, No 2, Halaman: 68–73 E-ISSN: 2503-0450 Oktober 2018 DOI: 10.31957/jpb.474 http://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JBP Isolasi dan Identifikasi Bakteri Termofilik dari Sumber Air Panas di Moso Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua DIRK Y.P. RUNTUBOI, TRI GUNAEDI, MARIA SIMONAPENDI, NADYA N.L. PAKPAHAN Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua Diterima: 22 Agustus 2018 – Disetujui: 28 September 2018 © 2018 Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih ABSTRACT Thermophilic bacteria are bacteria that are able to survive in environmental conditions with high temperatures. Thermophilic bacteria are one of the important sources of thermostable enzymes that can be isolated from geothermal environments such as hot springs with temperatures ranging from 50–80 o C. Aims of the study to isolate and identify local isolates of thermophilic bacteria from hot springs in Moso Muara Tami District, Papua. The results showed that 7 isolates (A1, A2, A3, A4, B1, B2, and B3) that were isolated and identified based on phenotypic characters were included in the genus Bacillus. Key words: Thermophilic, characterization, isolation, identification, phenotypic. PENDAHULUAN Indonesia memiliki sekurangnnya 10 ribu jenis mikroorganisme terutama bakteri yang diperkirakan hidup secara alami (Kurnia, 2008). Perkembangan bioteknologi akhir-akhir ini khususnya bakteri telah digunakan untuk berbagai tujuan, misalnya sebagai agen penghasil protein dan enzim-enzim penting yang telah dimanfaatkan dunia, agen-agen dalam bio- teknologi modern dan rekayasa genetik, agen pengendali hama dan penyakit, agen bioremediasi dan biodegaradasi bahan pencemar. Bakteri termofilik merupakan salah satu penghasil enzim termostabil yang dapat diisolasi dari lingkungan geothermal seperti sumber air panas dan mampu hidup dengan suhu optimal berkisar antara 50–80 o C (Agustien, 2010; Zuridah et al., 2011; Thieman & Michael, 20113). Enzim-enzim potensial telah berhasil diidentifikasi dari bakteri termofilik seperti amylase, DNA polymerase, xylanase, kitinase, lipase dan protease (Dominguez et al., 2005; Zang et al., 2007; Bozoglu et al., 2015; Scully & Orlygsson, 2015; Ladeira et al., 2015). Berbagai isolat lokal bakteri termofilik potensial di Indonesia telah diisolasi dan diidentifikasi dari beberapa sumber air panas antara lain di Pulau Jawa, Sumatera (Linawati, 2005; Agustini, 2006; Muharni, 2009; Agustien, 2010; Hastuti et al., 2012) dan di Papua khususnya iolasi bakteri termofilik dari sumber air panas di Merauke (Runtuboi et al., 2014; Patasik et al., 2015). Papua memiliki beberapa sumber air panas selain di Merauke salah satunya di Moso (Perbatasan RI- PNG) dengan jarak 40 km dari Kota Jayapura, suhu pada permukaan sumber air panas di Moso berkisar 73 o C. Peran enzim termostabil dalam bioteknologi modern dewasa ini sangat besar, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengisolasi dan menidentifikasi isolate-isolat lokal bakteri termofilik sebagai sumber enzim potensial khususnya di Papua yang belum banyak diteliti. * Alamat korespondensi: PS. Biologi, Jurusan Biologi, FMIPA Uncen. Jl. Kamp. Wolker, Waena, Jayapura, Papua. Telp./fax.: +62967572115. e-mail: diki_runtuboi@yahoo.com