Pengaruh Hormon Asam Indol Asetat yang Dihasilkan Azospirillum sp. terhadap Perkembangan Akar Padi Puji Lestari, Dwi N. Susilowati, dan Eny I. Riyanti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111 ABSTRACT Effect of Indole Acetic Acid Produced by Azospirillum sp. on Rice Root Growth Development. Puji Lestari, Dwi N. Susilowati, and Eny I. Riyanti. Free-living bacteria of the genus Azospirillum live in close association with rice roots. This bacteria produced indole acetic acid (IAA), a plant growth hormon, to the environment. IAA was isolated from cultures of Azospirillum strains and investigated for its effect on root development and plant height of rice variety IR64 in vitro. Rice cultures of variety IR64 were grown in vitro and inoculated with cultures of Azospirilllum. Production of IAA by the bacterium during its growth period in rice culture me- dium containing different levels of nitrogen was observed. Results of the experiment showed that strains Azospirillum Az15 and Az44 had a high ability to produce IAA, i.e., 57.93 μg/ml at 12 days after incubation (DAI) and 40.42 μg/ml at 7 DAI, respectively. The IAA production pattern of Azospiril- lum Az15 and Az44 in the liquid medium were fluctuative until the end of the incubation period, while that of the strain Az7 was linier. Strain Az7 gave a better effect on the root development and plant height than strains Az15 and Az44. Treatment combination of strain Az7 and 100% nitrogen gave highest root development. High level of nitrogen increased IAA content in the uninoculated culture, while low IAA content on the inoculated one. Inoculation the culture with strain Az7 together with 50% nitrogen application resulted in the IAA content, root dry weight, root length, fiber root num- ber, and plant height as high as those on cultures containing 100% nitrogen (1 mM NH 4 NO 3 ) without inoculation. Inocula- tion of rice culture with Azospirillum is expected to reduce nitrogen application on rice IR64 by the IAA production as indicated by significant changes in the root growth and development. A higher concentrations of IAA tend to give better effects on the root growth and development of rice IR64. Key words: Azospirillum, indole acetic acid, nitrogen fertilization, rice plant. PENDAHULUAN Kelompok rhizobakteria yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman secara langsung adalah kelom- pok penghasil zat pengatur tumbuh. Kelompok ini ber- peran penting pada pertanian di wilayah tropis, khu- susnya pada tanaman padi dengan input pupuk sangat rendah. Salah satu anggota rhizobakteria dengan ke- Hak Cipta 2007, BB-Biogen mampuan menambat nitrogen baik sebagai mikroor- ganisme yang hidup bebas atau berasosiasi dengan perakaran tanaman pangan seperti jagung dan padi adalah Azospirillum (Dobereiner dan Day 1976). Apa- bila keunggulan sifat bakteri ini dapat dimanfaatkan dengan efisien, maka harapan untuk mengurangi atau bahkan meniadakan penggunaan pupuk nitrogen da- pat terwujud. Azospirillum brasilense dapat memperbaiki pro- duktivitas tanaman melalui penyediaan N 2 atau me- lalui stimulasi hormon (Tien et al. 1979). Fallik dan Okon (1996) menyatakan bahwa Azospirillum mampu meningkatkan hasil panen tanaman pada berbagai je- nis tanah dan iklim dan menurunkan kebutuhan pu- puk nitrogen sampai 35%. Inokulasi A. lipoferum pada tanaman jagung menyebabkan peningkatan hasil pa- nen sekitar 10% (Madigan et al. 1997). Di samping itu, Azospirillum dapat meningkatkan jumlah serabut akar padi (Gunarto et al. 1999), tinggi tanaman (Okon dan Kapulnik 1986), dan menambah konsentrasi fitohor- mon asam indol asetat (AIA) dan asam indol butirat (AIB) bebas di daerah perakaran (Fallik et al. 1988). Semula diketahui bahwa mekanisme utama pe- ningkatan pertumbuhan tanaman oleh Azospirillum melalui fiksasi N 2 (Gallori dan Bazzicalupo 1985). Na- mun, hasil penelitian terhadap penggunaan mutan nif yang tidak mampu lagi menambat N 2 menunjukkan bahwa pengaruh inokulasi tanaman serealia dengan mutan-mutan nif tidak berbeda nyata dengan inoku- lasi strain-strain Azospirillum tipe liar (Barbieri et al. 1986). Tien et al. (1979) telah melaporkan penelitian- nya tentang kemampuan Azospirillum dalam mensin- tesis AIA dapat memodifikasi perkembangan akar dan proses pertumbuhan tanaman inang. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa respon tanaman yang disebabkan oleh adanya faktor lain selain fiksasi N 2 di antaranya adalah pengaruh hormon (Bottini et al. 1989) yang mampu mengubah metabolisme dan per- tumbuhan tanaman (Okon et al. 1988). Penelitian lain yang ditekankan pada produksi AIA telah banyak dila- kukan terutama oleh A. brasilense pada gandum (Barbieri et al. 1986), pengaruh AIA terhadap perkem- bangan akar gandum (Barbieri dan Galli 1993) mau- pun efek fotostimulator dari mutan A. brasilense pada AIA (Dobbelaere et al. 1999). Dengan demikian peneli- Jurnal AgroBiogen 3(2):66-72