622 Performans Produksi Ayam Pedaging pada Lingkungan Pemeliharaan dengan Ketinggian yang Berbeda di Sulawesi Selatan (BROILER PRODUCTIONS PERFORMANCE ON THE DIFFERENT BREEDING ALTITUDE IN SOUTH SULAWESI) Anas Qurniawan 1 , Irma Isnafia Arief 2 , Rudi Afnan 2 1 Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, 2 Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Jln. Agathis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia Email: anasqurniawan@gmail.com (08111196234) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan berdasarkan ketinggian tempat pemeliharaan yang berbeda terhadap mikroklimatik dan performans produksiayam pedaging di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Sampel yang digunakan sebanyak 180 ekor ayam pedaging strain Lohmannyang terdiri dari 90 ekor jantan dan 90 ekor betina. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Faktor pertama adalah ketinggian tempat (rendah <300 m dpl, sedang 300-600 m dpl, dan tinggi >700 m dpl), faktor kedua berdasarkan jenis kelamin (jantan dan betina) ayam pedaging. Data yang diperoleh dianalisis dengan dengan sidik ragam dan bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap status fisiologi berupa suhu rektal, performans produksi berupa konsumsi pakan, konsumsi air minum, bobot badan akhir, dan food conversion rate/FCR. Perbedaan jenis kelamin berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan, konsumsi air minum, bobot badan akhir pemeliharaan, dan bobot karkas. Terdapat interaksi antara ketinggian tempat dan jenis kelamin pada pertambahan bobot badan. Ketinggian tempat (altitude) memengaruhi status fisiologis dan performa produksi. Performa produksi ayam jantan lebih tinggi dibanding betina. Kata-kata kunci: ayam pedaging, ketinggian tempat, mikroklimatik, performa produksi. ABSTRACT The aim of this study was to identify the environmental factors of chickens based on the different altitude breeding against the microclimatic and performance production in Takalar district, South Sulawesi. A total of 180 Lohmann strain chickens consisted of 90 male chickens and 90 female chickens. A randomized block design with two factorial patterns was used in this study. The first factor was based on altitude (low <300 mabove sea level, medium 300-600 m, and high >700 m ), the second factorwas based on gender (male and female). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and then the significant effect was followed with Tukey test. The results showed that the altitudehad a significant effect against the physiological status (rectal temperature), production performance (feed intake), water intake, final body weight, and FCR. The male and female chickens had a significant effect against feed intake, water intake, breeding final body weight, and carcass weight. There was interaction between altitude and sex on weight gain performances. The altitudes may influence the effects of physiological status and production performance. The production performance of male seems to behigher than the female. Keywords: chicken; altitude; microclimatic; production performance. Jurnal Veteriner Desember 2016 Vol. 17 No. 4 : 622-633 pISSN: 1411-8327; eISSN: 2477-5665 DOI: 10.19087/jveteriner.2016.17.4.622 Terakreditasi Nasional, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, online pada http://ojs.unud.ac.id/php.index/jvet Kemenristek Dikti RI S.K. No. 36a/E/KPT/2016