Seminar Informatika Aplikatif Polinema (SIAP) 2021 ISSN: 2460-1160 1 Sistem Informasi dan Peramalan Pendistribusian Pupuk dengan Metode Autoregressiveintegrated Moving Average (Arima) Rizky Ardiansyah 1 , Luqman Affandi 2 , Serilda Wahyu Nofita 3 1,2,3 Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang 1 rizkyardiansyah@polinema.ac.id. 2 laffandi@polinema.ac.id. 3 serildawn40@gmail.com. AbstrakSistem ini merupakan suatu sistem informasi yang digunakan untuk mengelola data di PT. Sulfatama Kencana yang berfokus pada penyaluran pupuk di bidang pertanian. Disusun sebagai sistem peramalan yang menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average atau yang biasa dikenal dengan Metode ARIMA. Metode ini digunakan untuk meramalkan sejumlah variabel secara efektif, akurat, serta dipercaya dapat menganalisa data yang acak, trend, dan siklis. Data yang menjadi acuan dalam studi kasus pembuatan sistem ini adalah data yang terdapat pada tahun 2017 hingga 2019 di perusahaan terkait. Data-data tersebut meliputi beberapa jenis produk pupuk, diantaranya adalah pupuk Urea, ZA, SP-36, NPK, dan organik. Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA)berhasil diterapkan pada sistem, setelah dilakukan pengujian dan perbandingan hasil perhitungan sistem dengan perhitungan manual menggunakan Microsoft Office Excel dengan hasil akurasi pengujian MAPE metode ARIMA dengan menggunakan data pendistribusian pupuk urea pada kios pertanian dan nilai beta 1 = 0,9125 dan beta 2 = 0,0875 memiliki nilai PE terkecil yaitu 1940% dan memiliki nilai MAPE 19%.Maka dengan demikian, sistem peramalan ini dapat digunakan untuk meramalkan pendistribusian pupuk, sehingga dapat membantu memprediksi pendistribusian pupuk di periode mendatang. Kata kunciARIMA; Peramalan; Penyaluran Pupuk. I. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris yang mana pertanian menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional, dan mata pencaharian penduduknya sebagian besar dalam lingkup pertanian. Pupuk dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah sehingga bisa menghasilkan kualitas tanaman yang baik. Sehingga pupuk memiliki peran penting dalam pertanian. Penyaluran pupuk yang efektif dan efisien merupakan kunci utama dalam pendistribusian. Pendistribusi pupuk dilakukan dengan berpacuan kepada Permendagri No.17/MDAG/PER/6/2011 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian. Menurut dalam peraturan Permendagri ini pemerintah, produsen, distributor dan pengecer adalah merupakan pihak- pihak yang terlibat dalam pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dan berperan penting dalam pelaksanaan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi. Pengadaan dan penyaluran pupuk harus memenuhi beberapa prinsip yaitu (1) tepat jenis, (2) tepat jumlah, (3) tepat harga, (4) tepat tempat, (5) tepat waktu, (6) tepat mutu. [1] Pupuk merupakan salah satu unsur yang sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Pupuk didapatkan dari gudang penyedia pupuk yang ada di daerah tersebut. Di lain sisi, ketersediaan pupuk di gudang harus sesuai dengan jumlah kebutuhan petani agar tidak terjadi penimbunan atau kekurangan akan ketersediaan pupuk tersebut. Apabila jika tidak dilakukan peramalan penyaluran pupuk maka dapat menyebabkan kapasitas tempat yang tidak sesuai semestinya sehingga menjadi kendala dalam penyimpanan barang. Pada saat pendistribusian terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi adalah salah satunya jumlah permintaan yang tidak menentu dalam setiap ataupun saat melakukan penebusan pupuk di gudang pusat tidak tersedia atau kosong, bank offline dan bisa dikarenakan faktor cuaca yang tidak mendukung sehingga menghambat pendistribusian pupuk ke kios-kios. Kemudian sistem informasi yang dimiliki perusahaan saat ini masih semi manual dan membuat operator kesulitan saat melakukan memasukkan data ataupun dalam pembacaan. Fungsi peramalan digunakan untuk meramalkan penyaluran barang agar lebih tepat berdasarkan kondisi yang sudah berlalu maupun kondisi yang akan terjadi(datang). Akurasi dalam meramalkan sebuah peristiwa secara mutlak tidak mungkin tercapai sepenuhnya, tetapi mungkin bisa saja ada kesesuaian antara hasil peramalan dengan peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan terjadi(datang). Sedangkan sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisasi.