Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia Vol. 7 No. 2 Desember 2020 74 P-ISSN: 2406-9388 E-ISSN: 2580-8303 Optimasi Metode dan Uji Stabilitas pada Penetapan Kadar Filantin dalam Ekstrak Phyllanthus niruri Menggunakan KLT-Densitometri Rachma Nurhayati, Riesta Primaharinastiti, Mochammad Yuwono* Departemen Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia *Coresponding author: yuwono05@yahoo.com Submitted: 11 Februari 2020 Accepted: 10 April 2020 Published: 30 November 2020 Abstract Background: Phyllanthin is the major lignan compound in Phyllanthus niruri with hepatoprotective activity. For the standardization of P. niruri extracts, a simple and selective TLC-densitometric method has been developed, and phyllanthin was used as a phytochemical marker in this study. Objective: To obtain the optimal condition of the separation and to evaluate the stability of phyllanthin as a pre-validation stage by using TLC-densitometry. Methods: Optimal conditions were studied in the variation of the mobile phase composition, the analytical wavelength, the saturation time of TLC chamber, the elution distance and the volume of the spot. The stability test was done by analyzing the standard and extract solutions at 0, 4, 8, and 24 hours. Results: The composition of selected mobile phase which gave good separation and symmetrical peak shape was toluene: ethyl acetate: formic acid (15: 10.5: 1.5 v / v / v) with a wavelength of 279 nm, time of saturation was 60 minutes, elution distance was 8 cm and volume of spots was 10 μL. Stability tests showed a decrease in area and shift of Rf during storage. Conclusion: In this study, the optimal condition for analysis of phyllanthin in the P. niruri extracts has been proposed and successfully applied for stability test in the pre-validation stage of the method develepoment. Phyllanthin was unstable during storage, therefore standard solutions and extracts should be made fresh to maintain the stability. Keywords: phyllanthin, optimization of analytical methods, stability, TLC-densitometry Abstrak Pendahuluan: Filantin merupakan senyawa lignan utama pada Phyllanthus niruri yang menunjukkan aktivitas hepatoprotektif. Untuk keperluan standardisasi ekstrak, metode kromatografi lapis tipis (KLT)-densitometri yang sederhana dan selektif telah dikembangkan dalam penelitian ini dengan menggunakan filantin sebagai marker fitokimia. Tujuan: Untuk menetapkan kondisi analisis KLT-densitometri yang optimal dan mengevaluasi stabilitas filantin. Metode: Penentuan kondisi optimal analisis dilakukan dengan cara menentukan komposisi fase gerak, panjang gelombang analisis, waktu penjenuhan bejana, jarak elusi dan volume penotolan. Uji stabilitas filantin dilakukan dengan menganalisis larutan standar dan ekstrak pada 0, 4, 8 dan 24 jam. Hasil: Komposisi fase gerak terpilih yang menghasilkan pemisahan yang baik dan bentuk puncak yang simetris yaitu toluen : etil asetat : asam format (15 : 10,5 : 1,5 v/v/v) dengan panjang gelombang 279 nm, waktu penjenuhan bejana 60 menit, jarak elusi 8 cm dan volume penotolan 10 μL. Uji stabilitas larutan uji menunjukkan adanya penurunan area dan pergeseran Rf pada waktu penyimpanan. Kesimpulan: Pada penelitian ini telah diperoleh kondisi optimal untuk analisis filantin. Kondisi optimal yang diperoleh pada penelitian ini dapat digunakan untuk uji stabilitas tahap pre-validasi metode. Filantin tidak stabil selama penyimpanan, sehingga larutan baku dan ekstrak sebaiknya dibuat baru ketika akan dilakukan analisis untuk menjamin stabilitas. Kata kunci: filantin, optimasi metode analisis, stabilitas, KLT-densitometri