Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECHNO Volume 5, Nomor 2, Oktober 2020 ISSN: 2503-0523 ■ e-ISSN: 2548-8023 I Gusti Ngurah Bagus Pranantha Bistara Kusuma. Ni Komang Ayu Nila Ratna. Auriel Gabriella Kalalinggi. I Wayan Rai Widarta. 2019. Aktivitas Antioksidan dan Evaluasi Sensoris Teh Herbal Bunga Gumitir (Tagetes erecta L.). Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, Vol. 5, No. 2, 2020. Hal. 39-48. 39 Aktivitas Antioksidan dan Evaluasi Sensoris Teh Herbal Bunga Gumitir (Tagetes erecta L.) Antioxidant Activity and Sensory Evaluation of Gumitir Flower Herbal Tea (Tagetes erecta L.) I Gusti Ngurah Bagus Pranantha Bistara Kusuma*, Ni Komang Ayu Nila Ratna Auriel Gabriella Kalalinggi, I Wayan Rai Widarta Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali, Indonesia *email: baguspranantha@gmail.com Abstract Gumitir flower benefits for health because its bioactive components contain flavonoids, phenols, and carotenoids like lutein make gumitir flower is potentially used as herbal tea. The research was conducted to obtain the appropriate gumitir flower tea drying technique to produced gumitir herbal tea containing high bioactive and antioxidant components and good sensory. Drying were carried out with 5 different techniques, namely sun drying, oven drying, cold drying, air drying, and roasting drying. Parameters observed include water content, total phenol content, total flavonoid content, antioxidant activity (IC50), and sensory evaluation of gumitir flower herbal tea (color, aroma, taste, and overall reception). The results showed that cold drying produced herbal tea with the best characteristics: water content, total phenol content, total flavonoid content, IC50 was 6.86%, 83.88 mg GAE/g extract, 373.06 mg QE/g extract, and was 257.65 mg/L, respectively. In addition, its sensory characteristics were most preferred with a rather typical aroma of gumitir flower, taste not sour, and yellowish red. Keywords: gumitir flower, herbal tea, antioxidant activity, sensory evaluation Abstrak Bunga gumitir memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan karena mengandung komponen bioaktif, yaitu flavonoid, fenol, dan karotenoid berupa lutein sehingga sangat berpotensi digunakan sebagai teh herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik pengeringan teh herbal bunga gumitir yang tepat sehingga menghasilkan karakteristik teh herbal bunga gumitir dengan komponen bioaktif dan antioksidan yang tinggi serta sensoris yang baik. Pengeringan dilakukan dengan 5 teknik yang berbeda, yaitu pengeringan matahari, pengeringan oven, pengeringan dingin, pengeringan udara, dan pengeringan sangrai. Parameter yang diamati meliputi kadar air, total fenol, total flavonoid, aktivitas antioksidan (IC50) serta evaluasi sensoris teh herbal bunga gumitir (warna, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan dingin mampu menghasilkan teh herbal dengan karakteristik terbaik: kadar air, total fenol, total flavonoid, dan IC50 masing-masing sebesar 6,86%, 83,88 mg GAE/g ekstrak, 373,06 mg QE/g ekstrak, dan 257,65 mg/L. Cara pengeringan dingin juga menghasilkan karakteristik sensoris paling disukai dengan aroma agak khas bunga gumitir, rasa tidak asam, dan berwarna merah kekuningan. Kata Kunci: bunga gumitir, teh herbal, aktivitas antioksidan, evaluasi sensoris PENDAHULUAN Teh herbal merupakan salah satu jenis minuman herbal yang terbuat dari daun, biji, bunga atau akar berbagai tanaman. Minuman ini memiliki aroma dan rasa yang khas dengan kandungan komponen bioaktifnya yang bermanfaat baik bagi kesehatan. Berbagai jenis tanaman dapat diolah menjadi teh herbal, salah satunya yaitu bunga gumitir. Bunga gumitir merupakan salah satu bagian dari tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) yang mempunyai kandungan komponen bioaktif, yaitu fenol (25,77 mg GA/g), flavonoid (20,59 QT/g), dan karotenoid berupa lutein (20,59 mg LT/g) (Ingkasupart et al., 2015). Senyawa polifenol yang ditemukan pada bunga gumitir adalah golongan flavonol yaitu laricitrin dan glikosidanya (Moliner et al., 2018). Shetty et al., (2015) melaporkan bahwa hasil studi toksikologi fraksi air dan etanol bunga gumitir bersifat aman dan tidak beracun serta ekstrak bunga gumitir dapat dimanfaatkan sebagai analgesik dan anti peradangan. Siddhu dan Saxena (2018)