454 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana 3 rd Economics & Business Research Festival 13 November 2014 Analisis Kelayakan Desa Kalisari sebagai Desa Wisata:Aspek Sosial Ekonomi, Operasional dan Pemasaran Dian Purnomo Jati Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Agus Suroso Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Lusi Suwandari Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman ABSTRACT Kalisari is one of the villages that have qualified as innovative village in Banyumas. Some characteristics of Kalisari have unique value and potential for further development. The purpose of this study was to conduct a feasibility study on Kalisari village as a tourist village based on socio-economic aspects, operational and marketing aspects. This research used qualitative and descriptive analysis. Data collection techniques using focus group discussions and depth interviews with villagers and stakeholders. The analysis showed that the socio-economic conditions in Banyumas and Kalisari support the establishment of a tourist village. The results of the feasibility study on the operational and marketing aspects shows that the tourism model and existing market supporting the development of the Kalisari Village as Tourist Village. The results of this study contribute to formulation of the direction and strategy of tourism development in Banyumas. Keywords: tourism, village, feasibility PENDAHULUAN Hasil penelitian Pengembangan Desa Inovatif di Kabupaten Banyumas tahun ke-1 menghasilkan temuan, diantara 331 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Banyumas, Desa Kalisari muncul sebagai desa yang paling layak untuk dikembangkan sebagai desa inovatif. Proses penentuan tersebut menggabungkan metode kualitatif melalui Focus Group Discussion dan kuantitatif melalui Analytical Hierarchy Process. Berdasar hasil tersebut, tim peneliti melakukan survey lapangan di Desa Kalisari untuk menggali kondisi umum dan spesifik desa sehingga diketahui karakteristik dan keunggulan yang bisa dioptimalkan secara masif di desa tersebut. Desa Kalisari Kecamatan Cilongok secara historis dikenal sebagai sentra UMKM tahu dan sebagian gula kelapa. Sejak 2008, Desa ini telah merintis desa mandiri energi dengan mengolah limbah cair industri tahu menjadi biogas yang dimanfaatkan oleh masyarakat, dan sampai saat ini Desa Kalisari memiliki 3 instalasi pengolah limbah yang bisa memenuhi kebutuhan energi sekitar 130 rumah tangga. Sedangkan limbah padat industri tahu juga sudah mulai dimanfaatkan sebagai olahan makanan krupuk yang menambah nilai ekonomisnya. Perkembangan ini berdampak signifikan terhadap lingkungan karena sudah tidak ada lagi limbah yang dibuang ke sungai dan dampaknya bagi