79 PENGGUNAAN SILASE BIOMASSA TANAMAN UBI KAYU (KULIT UMBI, BATANG, DAN DAUN) SEBAGAI PAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) Kiston Simanihuruk, Juniar Sirait dan Muhammad Syawal Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih P .O. Box 1, Galang 20585 ABSTRAK Pemanfaatan biomassa tanaman ubi kayu (kulit umbi, batang dan daun) yang cukup potensial, perlu dieksplorasi sebagai komponen pakan untuk ternak kambing. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silase biomassa tanaman ubi kayu sebagai pakan tambahan terhadap pertumbuhan kambing Peranakan Etawah jantan lepas sapih. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terhadap 30 ekor kambing jantan Peranakan Etawah lepas sapih (bobot hidup 11-14 kg). Teknologi silase biomassa tanaman ubi kayu menggunakan bahan aditif molases (gula tetes) sebanyak 12%. Perlakuan pakan terdiri atas; P0 = tanpa pemberian silase biomassa tanaman ubi kayu. P1 = 750 g/ekor/hari silase biomassa tanaman ubi kayu dan P2 = 1000 g/ekor/hari silase biomassa tanaman ubi kayu. Silase ubi kayu diberikan pada pagi hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa karakteristik kimiawi, dan fsik silase biomassa tanaman ubi kayu yang menggunakan bahan aditif molases 12% dapat dikategorikan baik dan berlangsung dengan sempurna. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian pakan silase biomssa tanaman ubi kayu memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan kambing Peranakan Etawah jantan lepas sapih. Rataan pertumbuhan tertinggi pada P2 yaitu 53,71 g/ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknologi silase dapat meningkatkan masa simpan biomassa tanaman ubi kayu dan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ternak kambing di pedesaan. Kata kunci: ubi kayu, silase, pertumbuhan, kambing PE CASSAVA BIOMASS SILAGE (HULLS, STEMS AND LEAVES) AS FEED FOR ETAWAH CROSSBRED ABSTRACT Cassava biomass (bark tubers, stems and leaves) is quite potential and need to be explored as feed component for goats. The research was carried out to determine the effect of cassava biomass silage as feed supplementation for growth of male Etawah crossbred post weaning. The experiment was using a completely randomized design (CRD) for 30 (thirty) male Etawah crossbreds post weaning (11-14 kg live weight). Technology of silage biomass cassava plant used 12% additives molasses. The feed treatment consists of: P0 = without giving silage biomass cassava plant, P1=750g/head/day of cassava biomass silage, and P2=1000 g/head/day of cassava biomass silage. These cassava silages were given to Etawah crossbred in the morning. The result showed that the chemical and physical characteristics of cassava silage biomass plant which was using 12% of molasses additives could be categorized signifcant. Statistical analysis showed that feeding silage crop cassava gave signifcant effect (P<0.05) to growth of male Etawah crossbred post weaning. The highest average growth was P2 = 53.71g/head /day. It can be concluded that silage technology could increase the period of saving cassava biomass and improved growth of countryside goats. Keywords: cassava, silage, growth, Etawah Crossbred PENDAHULUAN Pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal merupakan langkah strategis dalam upaya mencapai efsiensi usaha produksi ternak ruminansia termasuk kambing. Hal ini akan semakin nyata apabila sumber daya tersebut bukan merupakan kebutuhan langsung bagi kompetitor, seperti manusia atau jenis ternak lain. Oleh karena pakan sangat erat kaitannya dengan produktivitas dan biaya produksi, maka pemanfaatan bahan baku lokal secara efisien akan berpengaruh nyata terhadap perkembangan ternak ruminansia. Penetapan prioritas bahan baku lokal perlu didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan daya kompetisi secara ekonomi dan kualitas. Kriteria yang perlu menjadi perhatian dalam kaitannya dengan efsiensi dan kompetisi adalah jumlah dan ketersediaan bahan pakan. Disebut efsien jika bahan pakan tersebut harus tersedia dalam jumlah yang besar, tersedia sepanjang tahun dan terkonsentrasi. Bahan baku yang memiliki karakter tersebut umumnya terkait dengan industri, yang menghasilkan berbagai produk baik yang bersifat sampingan maupun limbah. Tanaman ubi kayu (Manihot utilissima) merupakan komoditas tanaman pangan yang potensial di Indonesia selain padi dan jagung. Secara umum, umbi ubi kayu dimanfaatkan sebagai bahan pangan sumber karbohidrat (54,20%), industri tepung tapioka (19,70%), industri pakan ternak (1,80%), industri non pangan lainnya (8,50%) dan diekspor sekitar 15,80% (Andrizal, 2003). pastura Vol. 2 No. 2 : 79 - 83 ISSN : 2088-818X